15 Peneliti Remaja Indonesia Ikuti Kompetisi Ilmiah Dunia
Selasa, 3 Mei 2016 | 19:36 WIB
Jakarta - Indonesia akan mengirim 15 peneliti remaja untuk bertanding di ajang kompetisi ilmiah tingkat dunia Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) di Amerika Serikat 8-15 Mei 2016.
Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain, mengatakan, anak bangsa peneliti remaja ini terpilih dan menjadi pemenang dari seleksi ketat di ajang lomba karya ilmiah di dalam negeri.
"Lomba tersebut yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Ke-47 Tahun 2015 yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan pemenang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2015 yang digelar oleh Kemendikbud," katanya di sela-sela pelepasan persiapan keberangkatan tim peneliti remaja di kantor LIPI, Jakarta, Selasa (3/5).
Iskandar melanjutkan, pihaknya berpesan agar para peserta lomba ilmiah ini memiliki rasa percaya diri karena akan membawa harum nama Indonesia apapun hasil capaiannya nanti.
Pihaknya juga mengapresiasi hasil penelitian remaja yang berhasil diseleksi dari ribuan proposal yang masuk pada LKIR dan OPSI karena berkaitan dengan persoalan lingkungan, sosial dan ekstraksi dan berasal dari ide, pemikiran yang lahir dari kepedulian terhadap masyarakat dan komunitas.
"Seorang ilmuwan harus punya tiga hal yakni knowledge, skill dan attitude. Perilaku ini penting, orang boleh pintar dan hebat tapi kalau perilakunya tidak baik tidak akan jadi siapa-siapa," katanya.
Intel ISEF merupakan ajang kompetisi penelitian ilmiah paling bergengsi di dunia. Ajang ini diikuti oleh sekitar 1.800 siswa yang berasal dari lebih 80 negara di dunia dan tahun ini akan diselenggarakan di Phoenix Convention Center, Arizona, Amerika Serikat.
Dalam keikutsertaan tahun ini, LIPI akan mengirimkan lima hasil karya (project) penelitian ilmiah pemenang LKIR tahun 2015 dari sembilan siswa pemenang. Para pemenang dan hasil karya ilmiahnya akan dibagi ke dalam satu tim kategori mikrobiologi, satu tim kategori material science, satu tim kategori chemistry, dan dua tim lainnya dalam kategori social and behavioral science.
Sementara itu, Kemdikbud sendiri mengirimkan tiga tim project penelitian dari pemenang OPSI tahun 2015 yang terdiri dari enam siswa pemenang. Jika para peserta peneliti remaja Indonesia berhasil meraih juara, ada penghargaan yang diberikan salah satunya beasiswa dari tanah air.
Menurut Iskandar, terkait hasil penelitian pada umumnya ada dua perlakuan yakni publikasi dan paten. "Jika hasil penelitian anak-anak ini sesuatu yang bisa dipatenkan maka akan dipatenkan. Namun jika hasil penelitian bisa dipublikasi bisa dilakukan dengan sejumlah persyaratan," ucapnya.
Di samping itu peneliti remaja ini terpilih karena hasil penelitiannya memiliki kebaruan, ide cemerlang, memahami merumuskan masalah dan mampu mengenalkan dunia keilmiahan kepada anak-anak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




