Kapolda Sulteng Imbau Santoso dan Pengikutnya Menyerah

Selasa, 17 Mei 2016 | 22:36 WIB
JL
YD
Penulis: John Lory | Editor: YUD
Sejumlah aparat gabungan TNI-Polri berjaga di gerbang masuk dan keluar Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 5 April 2016. Penjagaan dan pemeriksaan setiap kendaraan yang keluar dan masuk itu adalah rangkaian dari taktik mempersempit ruang gerak kelompok teroris Santoso yang kini kian terdesak di hutan Poso. Antara/Basri Marzuki
Sejumlah aparat gabungan TNI-Polri berjaga di gerbang masuk dan keluar Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 5 April 2016. Penjagaan dan pemeriksaan setiap kendaraan yang keluar dan masuk itu adalah rangkaian dari taktik mempersempit ruang gerak kelompok teroris Santoso yang kini kian terdesak di hutan Poso. Antara/Basri Marzuki

Palu - Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengimbau kepada pimimpin kelompok sipil bersenjata Poso, Santoso alias Abu Wardah, serta seluruh pengikutnya yang menjadi daftar pencarian orang (DPO) untuk segera menyerahkan diri agar tidak terjadi lagi korban jiwa lebih banyak akibat kontak senjata dengan aparat.

"Hari ini saya telah tandatangani maklumat yang berisi himbauan penyerahan diri bagi para pelaku tindak pidana terorisme Poso," kata Rudy kepada wartawan di Palu, Selasa (17/7), terkait tertembak matinya dua DPO kasus terorisme Poso atas nama Yazid alias Taufik dan Firman alias Aco alias Ikrima, di pegunungan Uwe Mayea Desa Pantangolemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, pada Minggu (15/5) sekitar pukul 14.25 Wita.

Rudy mengatakan, sebagai penanggungjawab operasi Tinombala 2016, dirinya dan seluruh satuan tugas (satgas) Tinombala baik TNI maupun Polri, sama sekali tidak merasa bangga menembak DPO tersebut.

"Kami sangat prihatin. Karena ini adalah penegakan hukum, sekali lagi kami tidak bangga menembak DPO. Tapi kalau mereka mau menyerahkan diri, akan kami terima dengan baik," tegasnya.

Para DPO dihimbau segera menyerahkan diri pada kantor Polres Poso, Kodim 1307/Poso, kantor Polsek dan Koramil terdekat serta personel TNI-Polri yang berada di lapangan. Atau bisa menghubungi Kapolres Poso AKBP Ronni Suseno pada nomor 081333578965, Dandim Poso Letkol Inf. Ryan Hanandi pada nomor 082292256197 dan Komandan Satgas-1 AKBP Kelana Jaya, 081217592000.

Dikatakan, lebih baik menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah dilakukan sesuai hukum yang berlaku dibanding menghadapi upaya paksa berupa pengejaran yang mungkin berdampak tindakan tegas aparat.

Aparat keamanan berkomitmen kepada mereka yang menyerahkan diri untuk memperlakukan mereka secara manusiawi dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM, memproses hukum sesuai azas-azas yang berlaku dan memperhatikan keluarganya selama dalam proses hukum.

Kapolda Rudy mengatakan, sebagai bukti komitmen aparat, semua DPO yang telah menyerahkan diri kini diperlakukan secara manusiawi, karena menurutnya musuh aparat adalah perbuatannya bukan orangnya.

Mantan Kapolres Poso itu menuturkan, dengan tewasnya dua DPO pada Minggu (15/5) kemarin, maka masih ada sekitar 23 DPO lagi yang bersembunyi di hutan pegunungan Poso Pesisir hingga ke pegunungan Lore dataran Napu.

"Sampai saat ini kita belum temukan adanya anggota baru yang bergabung bersama Santoso di gunung, tapi dari bawah yang ingin bergabung ke atas sudah kita tangkap lebih dari tiga orang," ujar Rudy.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon