Jenazah di Poso Dikenali, Buronan Tinggal 22 Orang

Rabu, 25 Mei 2016 | 17:30 WIB
FA
FB
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: FMB
Aparat menunjukkan foto salah seorang dari dua teroris Poso yang ditembak mati oleh Satgas Operasi Tinombala di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Selasa (17/5). Kedua teroris itu masing-masing bernama Firman alias Aco alias Ikrima dan Yazid alias Taufik yang masuk dalam DPO dan merupakan anggota kelompok Santoso. Keduanya tewas setelah terlibat kontak senjata dengan Satgas Operasi Tinombala di Desa Pantangolemba, Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso pada Minggu (11/5).
Aparat menunjukkan foto salah seorang dari dua teroris Poso yang ditembak mati oleh Satgas Operasi Tinombala di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Selasa (17/5). Kedua teroris itu masing-masing bernama Firman alias Aco alias Ikrima dan Yazid alias Taufik yang masuk dalam DPO dan merupakan anggota kelompok Santoso. Keduanya tewas setelah terlibat kontak senjata dengan Satgas Operasi Tinombala di Desa Pantangolemba, Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso pada Minggu (11/5). (Antara/Basri Marzuki)

Jakarta-- Penanggung jawab Operasi Tinombala Brigjen Rudi Sufahriadi mengatakan jika pihaknya telah mengenali satu jenazah yang ditemukan di lokasi perburuan kelompok Santoso di hutan Pegunungan Uwe Mayea, Desa Pantangolemba, kecamatan Poso Pesisir Selatan, Sulawesi Tengah Selasa (24/5) siang kemarin.

"Kemarin ditemukan jenazah yang dikubur (tapi) kakinya terlihat, dilaporkan ke pos oleh masyarakat. Kita melakukan evakuasi dan jenazah ada di RS Bhayangkara Palu. Cirinya ada tahi lalat di mata sebelah kanan. Kalau dilihat dari DPO kita, namanya Aco," kata Rudi di Mabes Polri Kamis (25/5).

Aco alias Sucipto ini berasal dari Poso. Namun, karena jenazah sudah agak rusak, maka polisi akan melakukan tes DNA terlebih dulu. Polisi meminta keluarga Aco untuk datang ke Palu.

"(Tertembaknya Aco) dimulai sejak 15 Mei lalu ada kontak tembak dan saat itu ada dua DPO yang meninggal dunia. Jenazah dua orang itu baru bisa kita evakuasi pada tanggal 17 Mei kemarin. Saat itu juga ada baku tembak (dan Aco diduga tertembak)," lanjut Rudi.

Saat baku tembak pada 15 Mei itu, dua orang yang tertembak itu, adalah Firman alias Aco alias Ikrima asal Malino Poso dan Yazid alias Taufik asal Jawa.

"Untuk jenazah Taufik dan Ikrima juga tetap akan cek DNA untuk memastikan. Hingga saat ini, DPO yang tersisa tinggal 22 orang lagi," tegas Rudi yang juga Kapolda Sulteng ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon