Aparat Diminta Jaga Ketat Jalur Alternatif Sinabung

Rabu, 25 Mei 2016 | 21:29 WIB
AS
FH
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: FER

Karo - Pihak aparat diminta melakukan penjagaan di setiap 'jalur tikus' yang bisa digunakan pengungsi sebagai jalan alternatif untuk memasuki desa, bagian dari kawasan zona berbahaya atas erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut).

"Kebiasaan orang Karo itu adalah bekerja. Mereka tidak betah jika hanya duduk-duduk di pengungsian. Tidak bekerja justru bisa membuat tubuhnya terasa sakit," ujar seorang tokoh masyarakat di Karo, Jonathan Sembiring kepada Suara Pembaruan saat dihubungi dari Medan, Rabu (25/5) malam.

Jonathan mengatakan, kebiasaan terus bekerja dengan bertani itu membuat pengungsi selalu menggunakan jalan alternatif untuk kembali ke desa. Mereka memasuki daerah larangan secara sembunyi bila aparat lemah melakukan pengawasan di setiap pintu masuk menuju setiap desa.

"Jika 'jalur tikus' itu tidak dijaga selama 24 jam maka dapat dipastikan akan membuat pengungsi kembali nekat untuk kembali ke kampung halamannya. Kemarin, saya melihat ada beberapa orang pengungsi yang memasuki zona berbahaya. Mereka kelihatan tidak takut," katanya.

Menurutnya, pengungsi kembali ke desa karena faktor kebutuhan. Mereka yang hidup serba kekurangan di lokasi pengungsian mengambil jalan pintas untuk memasuki desa dengan memetik tanaman yang bisa dipanen. Hasil pertanian itu kemudian dijual pengungsi itu ke pasar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon