Harga Sembako di Jakut Naik Jelang Ramadan

Senin, 30 Mei 2016 | 15:16 WIB
CF
WP
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: WBP
Sejumlah warga sibuk memilih sayuran yang harganya melonjak naik menjelang awal bulan ?puasa di Lantai 2 Pasar Koja Baru, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (30/5).
Sejumlah warga sibuk memilih sayuran yang harganya melonjak naik menjelang awal bulan ?puasa di Lantai 2 Pasar Koja Baru, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (30/5). (SP/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta- Tradisi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok menjelang awal puasa pada minggu pertama Juni 2016 sepertinya tidak bisa dicegah lagi. Hal itu dapat terlihat dari kenaikan harga sayur-mayur dan daging. Upaya yang dilakukan pemerintah dengan operasi pasar maupun impor juga belum membuahkan hasil, sehingga harga di tingkat konsumen belum stabil dan cenderung merangkak naik.

Jasnita (42), pedagang sayur di Pasar Koja Baru, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mengatakan kenaikan harga sayur-mayur sudah bergerak sejak awal Mei 2016 lalu. "Memang sebelumnya harga sudah tidak stabil, tapi jelang bulan puasa harga semakin tidak terkontrol," ujar Jasnita, kepada Suara Pembaruan di kiosnya lantai 2 Pasar Koja Baru, Senin (30/5).

Menurut wanita asal Padang yang sudah 20 tahun berjualan di Pasar Koja Baru itu, kenaikan mencakup berbagai jenis sayur dan bahan bumbu dapur.

Untuk bawang putih, harganya naik dari Rp 35.000 ke Rp 40.000 per kilogram (kg), cabai rawit merah dari Rp 15.000 ke Rp 23.000 per kg, kentang dari harga Rp 9.000 ke Rp 14.000 per kg, jeruk nipis dari Rp 12.000 ke Rp 20.000 per kg. "Harga yang masih cukup stabil terjadi pada cabai merah keriting yang mencapai Rp 25.000 per kg, itu biasanya naik menjelang tiga hari sebelum puasa," ungkap Jasnita.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ceppy Ardian (25), pedagang sayur-mayur dan bumbu dapur di pasar tersebut. Ia mengungkapkan, kenaikan terjadi pada komoditas sayur, seperti brokoli yang naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000 per kg, bunga kol dari ‎Rp 15.000 menjadi Rp 20.000 per kg. Kenaikan juga terjadi pada daun bawang yang meningkat Rp 2.000 harganya dari harga sebelumnya Rp 15.000 per kg. Selain itu, wortel lokal juga mengalami kenaikan dari Rp 8.000 menjadi Rp 12.000 per kg. "Sekarang pasokan dari daerah produsen suka terlambat, hal ini yang membuat harga sayur-mayur menjadi tidak stabil di tingkat pedagang pasar, apalagi kalau pasokan menipis sedangkan permintaan melonjak," kata Ceppy.

Hal serupa juga terjadi untuk komoditas telur ayam yang naik harganya dari Rp 18.000 menjadi Rp 24.000 per kg. Sri Maryati (42), pedagang telur di Pasar Koja Baru mengaku kenaikan harga telur ini jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Tahun 2015 lalu, harga telur paling tinggi Rp 20.000 per kg dan saat masuk Lebaran mencapai Rp 25.000 per kg, sedangkan sekarang harga telur sebelum puasa saja sudah Rp 24.000 per kg, bisa-bisa harganya menjadi Rp 30.000 per kg nanti kalau sudah mau Lebaran," ucap Maryati.

Menurut hasil pemantauan harga langsung di lokasi, untuk komoditas ayam kampung mengalami kenaikan dari Rp 80.000 per ekor menjadi Rp 130.000 per ekor, sedangkan untuk ayam negeri harganya meningkat tajam dari Rp 33.000 per ekor menjadi Rp 40.000 per ekor.

Harga daging sapi juga terpantau masih sangat tinggi di angka Rp 120.000  per kg dan jauh dari target Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang menargetkan harga daging ‎sapi bisa di bawah Rp 80.000 per kg. Bahkan untuk jenis daging sapi bagian tertentu, harganya bisa mencapai Rp 145.000 per kg.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon