Jelang Lawan Napoli, Terry "Ambil Alih" Chelsea
Rabu, 14 Maret 2012 | 14:32 WIB
Chelsea harus menghadapi tim yang memiliki tingkat konversi gol tertinggi di Liga Champions musim ini.
Ada pemandangan menarik saat temu media jelang laga Liga Champions Chelsea melawan Napoli. Dalam acara tersebut hadir Roberto Di Matteo dan John Terry.
Namun, sepanjang konferensi pers, jelas terlihat siapa yang memegang kendali, Terry. Bayangkan, ada 14 pertanyaan yang diladeni Terry. Sedangkan, sang manajer ad-interim hanya mendapat empat pertanyaan. Meski Di Matteo terlihat biasa-biasa saja, jelas ini merupakan peristiwa tak menyenangkan baginya.
Media Inggris pun menyebut, pemain senior, dalam hal ini Terry, sudah mengambil alih tim. Di Matteo terlihat hanya sebagai teman lama, mantan pemain, yang kebetulan memimpin latihan Chelsea. Daily Mail bahkan menyebut Chelsea saat ini sedang dalam krisis akut, tanpa manajer.
Dalam kesempatan terbatas itu, Di Matteo mengeluarkan pendapatnya tentang laga dini hari nanti.
"Kami butuh sebuah penampilan hebat. Tapi, kami juga perlu keberuntungan. Kami ada pekerjaan besar di tangan. Skuat dalam kondisi prima saat ini," ujar Di Matteo.
Seperti yang diungkapkan Di Matteo, Chelsea menghadapi pekerjaan yang berat. Kekalahan 1-3 di leg pertama membuat Chelsea di tepi jurang. Apalagi, Chelsea selalu gagal mencetak gol pada tiga partai kandang terakhir di fase knock-out Liga Champions.
Belum lagi, Chelsea harus menghadapi tim yang memiliki tingkat konversi gol tertinggi di Liga Champions musim ini. Napoli berhasil mencetak gol 22 persen dari tembakan yang mereka lepaskan.
Situasi ini yang juga membuat optimisme kental terasa di tubuh Napoli, yang akan ditemani pelatih mereka, Walter Mazzarri, yang bandingnya diterima UEFA.
"kami siap untuk perang di London. Chelsea akan mencoba mengendalikan permainan, tapi kami akan bertarung meladeni mereka. Kami harus terus tetap mencari gol," kata Mazzarri.
"Kami mampu memaksa lawan berada di wilayah mereka sendiri sepanjang 40 menit pada pertemuan pertama. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi kami memainkan permainan kami," ujar Mazzarri lagi.
Sementara itu, Chelsea sejatinya masih berpeluang lolos dari lubang jarum. Di atas kertas mereka perlu menang 2-0, sesuatu yang bukan sulit mereka raih.
"Untuk menang 2-0 adalah tidak mustahil. Ini akan menjadi final kecil buat kami. kami tertinggal dua gol dan harus berusaha untuk menghilangkan defisit secepatnya," ujat Petr Cech, kiper Chelsea di situs resmi klub.
Ada pemandangan menarik saat temu media jelang laga Liga Champions Chelsea melawan Napoli. Dalam acara tersebut hadir Roberto Di Matteo dan John Terry.
Namun, sepanjang konferensi pers, jelas terlihat siapa yang memegang kendali, Terry. Bayangkan, ada 14 pertanyaan yang diladeni Terry. Sedangkan, sang manajer ad-interim hanya mendapat empat pertanyaan. Meski Di Matteo terlihat biasa-biasa saja, jelas ini merupakan peristiwa tak menyenangkan baginya.
Media Inggris pun menyebut, pemain senior, dalam hal ini Terry, sudah mengambil alih tim. Di Matteo terlihat hanya sebagai teman lama, mantan pemain, yang kebetulan memimpin latihan Chelsea. Daily Mail bahkan menyebut Chelsea saat ini sedang dalam krisis akut, tanpa manajer.
Dalam kesempatan terbatas itu, Di Matteo mengeluarkan pendapatnya tentang laga dini hari nanti.
"Kami butuh sebuah penampilan hebat. Tapi, kami juga perlu keberuntungan. Kami ada pekerjaan besar di tangan. Skuat dalam kondisi prima saat ini," ujar Di Matteo.
Seperti yang diungkapkan Di Matteo, Chelsea menghadapi pekerjaan yang berat. Kekalahan 1-3 di leg pertama membuat Chelsea di tepi jurang. Apalagi, Chelsea selalu gagal mencetak gol pada tiga partai kandang terakhir di fase knock-out Liga Champions.
Belum lagi, Chelsea harus menghadapi tim yang memiliki tingkat konversi gol tertinggi di Liga Champions musim ini. Napoli berhasil mencetak gol 22 persen dari tembakan yang mereka lepaskan.
Situasi ini yang juga membuat optimisme kental terasa di tubuh Napoli, yang akan ditemani pelatih mereka, Walter Mazzarri, yang bandingnya diterima UEFA.
"kami siap untuk perang di London. Chelsea akan mencoba mengendalikan permainan, tapi kami akan bertarung meladeni mereka. Kami harus terus tetap mencari gol," kata Mazzarri.
"Kami mampu memaksa lawan berada di wilayah mereka sendiri sepanjang 40 menit pada pertemuan pertama. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi kami memainkan permainan kami," ujar Mazzarri lagi.
Sementara itu, Chelsea sejatinya masih berpeluang lolos dari lubang jarum. Di atas kertas mereka perlu menang 2-0, sesuatu yang bukan sulit mereka raih.
"Untuk menang 2-0 adalah tidak mustahil. Ini akan menjadi final kecil buat kami. kami tertinggal dua gol dan harus berusaha untuk menghilangkan defisit secepatnya," ujat Petr Cech, kiper Chelsea di situs resmi klub.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




