Empat Anggota Geng Motor Jadi Tersangka Pengeroyokan

Senin, 20 Juni 2016 | 09:08 WIB
VS
JS
Penulis: Vento Saudale | Editor: JAS
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Depok -Kepolisian Resor Kota Depok mengamankan delapan anggota geng motor asal Kabupaten Bogor. Para anggota geng motor ini diduga merupakan kelompok yang terlibat pengeroyokan di Grand Depok City (GCD) pada Minggu (19/6) dini hari dan empat di antaranya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Kedelapan orang orang tersebut, MIN (21) warga Cibinong, AS (19) warga Cibinong, FS (18) warga Citeureup, AA (17) warga Sukaraja, IS (20) warga Citeureup, AF (19) warga Cibinong, FN (17) warga Cibinong, dan seorang perempuan RSR (17) bertempat tinggal di Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Yang diamankan delapan orang dan empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya masih kami dalami," kata Kapolres Kota Depok, AKBP Harry Kurniawan dalam keterangannya, Senin (20/6).

Harry menjelaskan, polisi berhasil meringkus satu jam setelah mereka melakukan pengeroyokan di GDC pukul 02.00 WIB, Minggu (19/6). ‎Motif penyerangan mereka adalah cemburu karena ada salah satu anggota perempuan yang digoda. Mereka pun menyisir tiga lokasi untuk mencari orang yang menggoda salah satu pacar anggota geng motor tersebut.

Pertama, mereka menyerang di kawasan Kelapa Dua, Cimanggis, pukul 01.00 WIB. Lalu mereka membubarkan pemuda yang sedang berkumpul di kawasan Mekarjaya pukul 01.30 WIB. Terakhir, mereka menyerang komunitas sepeda motor di kawasan GDC.

"Tiga orang luka-luka dan 13 sepeda motor dirusak. Sebab, mereka menyerang tiba-tiba dengan samurai dan senjata tajam lainnya," terang Harry.

Sebelumnya, Hendri Setiawan (19) warga Sukatani, Cimanggis, Kota Bogor tewas ditangan geng motor, Kamis (5/6). Ia tewas dengan luka bacokan di sekujur tubuh di Jalan Pekapuran, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Kota Depok, sekitar pukul 03.00 WIB.
Berdasarkan penuturan orang tuanya Setiawan (53), anaknya tersebut merupakan korban salah sasaran sekelompok geng motor yang mencari pelaku penganiayaan salah satu anggotanya. Ia mengatakan, sejam sebelum anaknya ditemukan tewas, terjadi tawuran antarkelompok pemotor di Jalan Pekapuran dan pada saat bersamaan Hendri berada tidak jauh dari lokasi dan tiba-tiba ada enam orang bermotor menganiayanya.

Kapolres Harry menuturkan, masih melakukan penyelidikan terkait kasus di Tapos yang menewaskan seorang pejalan kaki. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan dan dengan diamankannya beberapa anggota geng motor bisa menjadi titik terang dalam mengungkap kasus tewasnya Hendri.

"Geng motor biasanya berkaitan, mereka mengetahui kelompok mana ini dan kelompok mana itu, siapa ketuanya di mana tempat nongkrong-nya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat polisi dapat mengungkapnya," ucap Harry.

Harry juga menambahkan, selain mengamankan para anggota geng motor, selama Ramadan Polresta Depok kerap melakukan Operasi Cipta Kondisi. Dalam giat tersebut, polisi menerjunkan 226 personel, 18 dari TNI, 18 personel Satpol PP, dan lima dari Dinas Perhubungan. Selama dua hari terakhir, polisi mengamankan 11 orang, 41 botol miras dan 14 unit sepeda motor dan 21 senjata tajam. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon