Polisi Berhasil Ungkap Peran Samil, Anggota Teroris Santoso

Rabu, 22 Juni 2016 | 13:11 WIB
JL
FB
Penulis: John Lory | Editor: FMB
Sejumlah aparat gabungan TNI-Polri memeriksa kendaraan warga yang keluar Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 5 April 2016. Penjagaan dan pemeriksaan setiap kendaraan yang keluar dan masuk itu adalah rangkaian dari taktik mempersempit ruang gerak kelompok teroris Santoso yang kini kian terdesak di hutan Poso. Antara/Basri Marzuki
Sejumlah aparat gabungan TNI-Polri memeriksa kendaraan warga yang keluar Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 5 April 2016. Penjagaan dan pemeriksaan setiap kendaraan yang keluar dan masuk itu adalah rangkaian dari taktik mempersempit ruang gerak kelompok teroris Santoso yang kini kian terdesak di hutan Poso. Antara/Basri Marzuki

Palu - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui pengembangan penyelidikan berhasil mengungkap peran Samil alias Nunung (22) sebagai penutup jejak dalam kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso.

"Pengakuan Samil alias Nunung dalam penyelidikan polisi, terungkap bahwa dia memiliki peran yang sangat penting sebagai penutup atau penghilang jejak dari pengejaran aparat," Kata Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto, Rabu (22/6).

Dalam pergerakan di lapangan, Samil bekerja bersama timnya yang berjumlah empat hingga 10 orang.
Tim tersebut kata Hari, berperan mengalihkan perhatian aparat agar Santoso bisa lolos dan bebas perpindah-pindah tempat.

Menurut Hari, Samil alias Nunung bergabung dengan kelompok Santoso sejak tahun 2013. Samil juga mengaku terlibat secara aktif dalam sejumlah aksi kekerasan yang mengakibatkan tewasnya Fadli, warga Desa Padalembara, serta penyerangan anggota polisi di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara pada 2013 silam.

Samil merupakan salah satu dari 22 buronan daftar pencarian orang (DPO) kasus teroris Poso yang diburu pasukan TNI-Polri di hutang pegunungan Poso.

Sebelumnya, atas laporan warga, Samil alias Nunung berhasil ditangkap satuan tugas (Satgas) Operasi Tinombala pada Kamis (16/6) saat hendak ke rumah keluarganya di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso.
Dengan tertangkapnya Samil, kata Hari, anggota kelompok Santoso yang masih masuk DPO tersisa 21 orang, termasuk pimpinan kelompok itu, Santoso alias Abu Wardah.

Saat ini, Samil alias Nunung, masih ditahan di Mapolres Poso untuk menjalani penyidikan dan pengembangan lanjutan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon