Pakar: Bom Bunuh Diri di Solo Berkaitan dengan di Luar Negeri

Rabu, 6 Juli 2016 | 12:26 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Polisi menyisir jalan untuk mencari serpihan bom saat proses identifikasi terhadap pelaku bom bunuh diri di Mapolresta solo, Jawa Tengah, Selasa 5 Juli 2016.
Polisi menyisir jalan untuk mencari serpihan bom saat proses identifikasi terhadap pelaku bom bunuh diri di Mapolresta solo, Jawa Tengah, Selasa 5 Juli 2016. (Antara)

Jakarta - Aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, adalah rangkaian kedua setelah Bom Sarinah Januari 2016 lalu. Hal ini mengindikasikan adanya jejaring dan sel yang terkait dengan aksi teror di sejumlah negara tersebut dalam kurun waktu satu minggu terakhir.

‎Menurut Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran Bandung‎, Muradi, hal itu juga harus dianggap sebagai pesan bahwa sel dan jejaring teror di Indonesia memiliki lingkup yang terkait dengan jejaring teror yang melakukan aksi serupa di sejumlah kota di dunia tersebut.

"Dalam pengertian bahwa akses dan komunikasi antara sel teror di Indonesia masih terhubung baik dengan jejaring teror di luar negeri, dalam hal ini ISIS," ujar Muradi, Rabu (6/7).

Dalam konteks tersebut, dia menilai perlu kiranya pihak keamanan untuk segera membatasi ruang gerak sel dan jaringan teror yang ada di Indonesia. Sebab dengan aksi bunuh diri tersebut mengindikasikan bahwa jejaring antarorganisasi teror di Indonesia dengan di luar, ternyata terjaga dengan baik. Hal tersebut menjadi tantangan yang serius bagi aparat keamanan, khususnya pihak Kepolisian dengan Densus 88 dan BNPT.

"Sehingga perlu kiranya untuk secara terintegrasi langkah-langkah efektif dan pengejaran untuk menutup ruang gerak organisasi teror tersebut di Indonesia," jelasnya.

"Langkah pengejaran dan penangkapan Santoso dan jejaring MIT di Poso adalah hal yang baik dilakukan oleh Polri, tapi menghajar dan menberantas Katibah Nusantara (KN) adalah juga langkah yang perlu segera dilakukan. Karena ada pergeseran kepemimpinan pasca-Santoso tersudut di hutan Poso."

Menurut Muradi, Katibah Nusantara dianggap sebagai representasi baru dari ISIS di Asia Tenggara. KN ini dipimpin oleh Bachrum Naim, otak aksi bom Thamrin, Januari 2016 lalu. Diduga kuat bahwa aksi bom bunuh diri di Mapolesta Solo adalah bagian dari jejaring KN ini dan diatur jarak jauh oleh Bachrum Naim dengan jejaring KN yang melingkupi negara-negara Asia Tenggara berbahasa serumpun Melayu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon