Selidiki Penyebab Kecelakaan, TNI AD Bentuk Tim Investigasi

Jumat, 8 Juli 2016 | 22:41 WIB
RW
WP
Penulis: Robertus Wardi | Editor: WBP
Sabrar Fadhilah.
Sabrar Fadhilah. (Antara)

Jakarta - TNI Angkatan Darat (AD) membentuk tim investigasi terkait jatuhnya helikopter di Sleman, Yogyakarta, Jumat (8/6) sore. Tim terutama untuk mencari kotak hitam helikopter, sekaligus untuk mencari tahu penyebab kecelakaan.

"Kami membentuk tim investigasi. Tim diberangkatkan malam ini," kata Kadispen TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/7) malam.

Ia tidak menyebut detail jumlah anggota tim dan berapa lama bekerja. Dia hanya menegaskan tim langsung bekerja mulai malam ini.

Dia menjelaskan helikopter yang jatuh adalah seri 205 milik TNI AD. Heli tersebut dibuat di Amerika tahun 1976 atau sekitar 40 tahun yang lalu. Helikopter bell 205 tersebut masih layak terbang. Sebelum terbang, tidak ada keluhan atau kerusakan apa-apa.
"Saat akan terbang dinyatakan layak terbang. Tidak ada keluhan," jelasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang meninggal dan tiga lainnya luka berat. Korban meninggal adalah Letda Cpn Angga Juang, Serda Sirait dan Fransiska yang merupakan warga sipil. Sedangkan korban luka adalah Kopda Sukoco, Serka Rohmad dan Kapten Cpn Titus Benediktus Sinaga.

Helikopter bertolak dari Bandara Adi Sumarmo Solo menuju Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Helikopter itu akan menjadi kepentingan Kontijensi Darurat Presiden Jokowi yang sedang berkunjung ke Solo dan Yogyakarta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon