Celebes Intitute: Pasca-Santoso Tewas, Jangan Ada Operasi Represif di Poso
Selasa, 19 Juli 2016 | 13:27 WIB
Poso – Direktur Celebes Intitute Adriany Badrah mengatakan, operasi pengamanan Poso yang melibatkan aparat gabungan TNI dan Polri yang sudah beberapa kali diperpanjang harus segera dievaluasi. Ia menyarankan agar ke depan tidak lagi menggunakan cara represif, tapi lebih ke pendekatan persuasif dan dialogis.
"Cara-cara represif disertai kekerasan oleh aparat hanya akan menimbulkan embrio-embrio perlawanan baru terutama sasarannya kepada aparat," kata Adriany Badrah kepada Suara Pembaruan dan BeritaSatu.com, Selasa (19/7).
Menurut Adriany, operasi pengamanan Poso dengan sandi Operasi Tinombala yang memiliki target menumpas gerakan kelompok sipil bersenjata yang dipimpin Santoso akan berakhir 6 Agustus 2016. Artinya, target waktu yang diberikan kepada aparat TNI dan Polri untuk menangkap Santoso hanya tinggal menghitung hari saja.
Mantan Dirut Walhi Sulteng ini mengatakan, sesuai data kepolisian, jumlah kelompok anggota kelompok yang masih bergerilya dalam hutan Poso sekitar 19 orang. Sebelumnya 21 orang, namun dua orang lagi sudah tewas tertembak, Senin (18/7) di Tambarana, Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Keduanya diduga Santoso dan Basri, pimpinan kelompok tersebut.
Menurut Adriany, jika benar Santoso dan rekannya Basri yang tertembak, maka masih ada 19 orang lagi yang harus dikejar dengan target waktu sampai 6 Agustus. "Kalau sampai 6 Agustus, ke-19 orang itu tak bisa ditangkap, apakah operasi militer masih terus dilanjutkan di Poso?," katanya.
Adriany mengatakan, pascapenembakan terduga Santoso dan Basri, sebaiknya ada evaluasi menyeluruh dalam operasi pengamanan Poso. Jangan ada lagi operasi represif menggunakan senjata karena hal itu tidak menimbulkan efek jera. "Sebaiknya mengedepankan proses-proses dialogis," kata dia.
Adriany meyakini kapolri yang baru Tito Karnavian memiliki pola-pola yang lebih baik tanpa pola militer (kekerasan) dalam memulihkan keamanan di Poso.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




