Anggota DPR Apresiasi Penembakan Teroris Santoso

Selasa, 19 Juli 2016 | 15:25 WIB
HS
FH
Penulis: Hotman Siregar | Editor: FER
Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala menyusuri jalan setapak dalam hutan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, Kamis 24 Maret 2016.
Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala menyusuri jalan setapak dalam hutan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, Kamis 24 Maret 2016. (Antara)

Jakarta - Kapolri yang baru Tito Karnavian baru saja menorehkan prestasi membanggakan diawal jabatannya. Pimpinan kelompok teroris yang selama ini buron, Santoso, diduga sudah berhasil dilumpuhkan dan tewas tertembak ditangan pasukan Satgas Tinombala yang merupakan gabungan personil TNI-Polri.

"Tito sudah melunasi janjinya sewaktu menjadi Kepala BNPT. Menangkap dan meringkus Santoso hanya menunggu waktu saja. Dan hari ini janji itu sudah terealisasi," ujar Anggota Komisi I DPR Charles Honoris di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (19/7).

Politisi PDIP itu mengatakan, harus diakui bahwa ini keberhasilan operasi yang dilakukan karena koordinasi yang apik antara TNI, Polri dan BNPT. Sejak Januari 2016 lalu, lanjut Charles, hingga kini tercatat operasi Tinombala yang digelar telah membuat kelompok Santoso pun kian melemah dan terdesak.

"Hingga akhirnya, hari ini kita mendengar kabar bahwa pimpinan kelompoknya yaitu Santoso sudah dilumpuhkan. Saya mengapresiasi aparat keamanan atas keberhasilannya melumpuhkan Santoso. Ini jelas prestasi yang membanggakan. Dengan tertembaknya Santoso tentu akan membuat jaringan teroris ini tercerai berai dan kocar-kacir. Ini akan lebih memudahkan aparat keamanan untuk memberangus secara total sisa-sisa kelompok teroris ini," katanya.

Menurut Charles, Presiden Jokowi tidak salah memilih Kapolri. Untuk kedepan, lanjut dia, koordinasi dengan institusi lain harus semakin diperkuat dlm operasi-operasi memberantas kelompok teroris yang masih mengancam keamanan nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon