Ahok: Pembangunan Stadion BMW Tidak Bisa dengan APBD Multiyears

Selasa, 19 Juli 2016 | 16:44 WIB
DP
WP
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: WBP
Petugas pemadam kebakaran sibuk memadamkan api di areal lahan kosong yang dimanfaatkan sebagai tempat penampungan barang bekas dan rencananya akan dijadikan Stadion Internasional Taman BMW, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 3 Oktober 2015
Petugas pemadam kebakaran sibuk memadamkan api di areal lahan kosong yang dimanfaatkan sebagai tempat penampungan barang bekas dan rencananya akan dijadikan Stadion Internasional Taman BMW, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 3 Oktober 2015 (Suara Pembaruan / Carlos Barus)

Jakarta- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, pembangunan Stadion Bersih, Manusiawi, dan Wibawa (BMW) yang tak kunjung dilaksanakan tidak bisa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Jika menggunakan APBD, menurut Ahok, pembangunan tidak boleh dilakukan secara tahun jamak (multiyears) karena tersandung jabatannya sebagai gubernur yang akan berakhir pada Oktober 2017. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 21 Tahun 2011, perubahan kedua Permendagri No.13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

"Kalau pakai APBD saya tidak boleh tahun jamak. Karena jabatan saya akan berakhir kan Oktober, kalau dianggap terpilih lagi pun tetap tidak boleh katanya. Itu yang saya bilang harusnya peraturan seperti ini, saya tidak jadi gubernur lagi pun tetap semua harusnya berjalan seperti biasa. Tidak bisa tafsirannya seperti itu," ujar Basuki di Balai Kota, Jakarta, Selasa (19/7).

Hal yang sama terjadi pada rencana pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras yang terkendala aturan itu. Oleh karenanya, Basuki mengatakan pemprov DKI tidak memulai pembangunan Stadion BMW karena terikat Permendagri tersebut.

"Jadi ya ditunda, tidak bisa pakai APBD. Pakai APBD 2018 baru bisa, kecuali kalau kontribusi tambahan dari pengembang kemarin itu jalan. Saya tinggal minta mereka bangun rumah sakit termasuk stadion," katanya.

Ia mengatakan, jika pembangunan dilakukan sepotong-sepotong, maka pelaksanaannya akan mangkrak. Buktinya sudah terjadi pada pembangunan Masjid Raya di Daan Mogot, Jakarta Barat. Tidak hanya itu, biaya yang ditelan biasanya lebih mahal dengan kualitas buruk.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon