Rumah Bersubsidi di Wilayah Bogor Baru Mencapai 25 Persen

Selasa, 26 Juli 2016 | 15:36 WIB
VS
FH
Penulis: Vento Saudale | Editor: FER
Ilustrasi Perumahan
Ilustrasi Perumahan (Beritasatu.com/Feriawan Hidayat)

Bogor - Ketua Real Estate Indonesia (REI) Bogor Raya, Rivalino Alberto, memaparkan, penjualan perumahan bersubsidi di wilayah Bogor dan Depok hingga Juni tahun ini baru tercapai 25 persen.

Rendahnya penjualan rumah di wilayah Bogor Raya yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok, dipicu oleh banyaknya aturan yang menghambat penjualan seperti batasan pembangunan rumah, pembebasan BPHTB dan kondisi perekonomian dalam negeri.

"Intinya, saat ini konsumen masih wait and see hingga penerapan KPR dengan bunga single digit sesuai rencana pemerintah diberlakukan. Selain itu, memang perlambatan penjualan ini karena kondisi keuangan para konsumen yang belum stabil di tengah semester ini," ucap Rivalino dalam siaran persnya, Selasa (26/7)

Peningkatan penjualan perumahan, lanjut dia, biasanya terjadi menjelang akhir tahun atau tahun baru ketika para karyawan menerima bonus tahunan dari masing-masing perusahaannya yang dijadikan sebagai dana tambahan uang muka.

Menurut Revalino, pihaknya berharap hingga akhir tahun ini penjualan rumah yang dikelola REI Bogor Raya bisa tembus hingga 40 persen dari ketersediaan rumah yang ada. Sebab, kata dia, pada Agustus mendatang rencananya bakal dilakukan peletakan batu pertama perumahan bagi pegawai negeri sipil di wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor.

"Kami berharap pembangunan rumah PNS ini akan mendongkrak penjualan rumah yang dibangun REI Bogor Raya. Karena jumlah unit pembangunan tahap pertamanya lumayan cukup banyak," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon