Budaya Indonesia dan China Peranakan dalam Kabaret Oriental

Selasa, 20 Maret 2012 | 14:56 WIB
AK
B
Penulis: Antara/Teddy Kurniawan | Editor: B1
Cynthia Lamusu
Cynthia Lamusu (Yanuar Rahman/Beritasatu.com)
China peranakan menjadi bukti kekayaan budaya Indonesia

Indonesia merupakan negara majemuk. Hal tersebut merupakan sejarah perjalanan bangsa yang terukir manis dalam buku-buku sejarah.

Wilayah yang strategis dipercaya sebagai salah satu sumber kemajemukan tersebut. Hingga akhirnya budaya tersebut melebur, semakin menambah khazanah budaya bangsa.

Karena itu pula, Eksotika Karmawibhangga (EKI) berusaha memaparkan kekayaan Indonesia tersebut dalam sebuah pementasan Kabaret Oriental bertajuk Anak Emas Juragan Batik yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ).

Produser pertunjukan Herwindra Aiko Senosoenoto mengatakan tema yang diangkat adalah kekayaan budaya Indonesia yakni China peranakan.

"Kami mengangkat keberadaan China peranakan yang menjadi bukti kekayaan budaya Indonesia sebagai bangsa yang besar, majemuk, dan bertoleransi tinggi," katanya usai pementasan di Jakarta, Senin (19/3).

Pertunjukan yang menggabungkan seni tari, teater, musik, dan lagu yang kaya sentuhan budaya China peranakan Indonesia tersebut mengangkat cerita keluarga Hwang Cin Hin, yang memiliki usaha pabrik batik.

"Pilihan usaha batik yang dikelola keluarga Hwang Cin Hin adalah cerminan dari perpaduan budaya Indonesia dan China," katanya.

Pertunjukan kabaret Anak Emas Juragan Batik yang berdurasi 90 menit tersebut melibatkan lebih dari 300 pemain, penari, koreografer, penata artistik dan kru panggung.

Cerita yang dipentaskan sangat menarik, lantaran memadukan unsur perebutan cinta, harta dan tahta dalam sebuah keluarga. Yang memukau, para pemainnya mengenakan ornamen batik untuk kostum dan properti pementasan.

Pementasan yang dikemas dengan menggunakan seni desain visual dance motion graphic berteknologi multimedia terkini tersebut didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya.

Kabaret Oriental dipentaskan pada 20-24 Maret 2012 di GKJ dengan para pendukung pertunjukan antara lain Sarah Sechan, Uli Herdinansyah, Cynthia Lamusu, Bayu Oktara, Ary Kirana, dan kelompok Sahita serta EKI Dance Company.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon