Tumbang di Tangan Pemain Inggris, Tommy Sugiarto Tersingkir

Selasa, 16 Agustus 2016 | 05:40 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Pebulutangkis Indonesia, Tommy Sugiarto.
Pebulutangkis Indonesia, Tommy Sugiarto. (AFP)

Rio de Janeiro - Harapan Indonesia meraih medali emas Olimpiade dari nomor tunggal putra cabang bulutangkis pupus setelah Tommy Sugiarto tersingkir di babak 16 besar, Senin (15/8) atau Selasa pagi WIB. Pemain yang menempati urutan kedelapan peringkat WBF ini menyerah kepada pebulutangkis Inggris, Rajiv Ouseph, 13-21, 21-14, dan 21-16.  

Pada game pertama, Rajiv Ouseph sempat memimpin satu poin namun Tommy bisa segera menyamakan menjadi 1-1. Selanjutnya Tommy memimpin. Namun putra Icuk Sugiarto itu banyak membuat kesalahan saat unggul 9-3 sehingga Ouseph mampu menyamakan kedudukan bahkan unggul 9-10.

Tommy seperti kebingungan dan tak mampu menemukan bagaimana cara mematikan Ouseph. Permainan reli panjang yang diperagakan Ouseph membuat Tommy kerap melakukan kesalahan sendiri. Smes-smes yang menjadi andalannya selalu bisa dikembalikan pebulutangkis Inggris berdarah India itu.

Ouseph memang terlihat menunjukkan perkembangan yang luar biasa dibanding saat keduanya terakhir kali bertemu dua tahun silam. Game pertama akhirnya dimenangkan oleh Ouseph 21-13.

Pada game kedua, Tommy mulai menemukan permainannya dan sempat unggul 3-1. Namun pemain yang menempati urutan ke-15 dunia itu kembali sempat memperkecil ketinggalan menjadi 6-5. 

Tommy akhirnya kembali memimpin hingga 11-6. Dia segera menemukan bahwa kelemahan Ouseph dengan memberikan smes ke posisi backhand pemain kelahiran London itu. Dia juga tampak bermain lebih sabar di game kedua ini hingga unggul 13-8.

Kemampuan Tommy dalam menempatkan bola ke posisi sulit dijangkau oleh Ouseph juga ikut menjadi faktor yang membuatnya terus memimpin. Dia akhirnya mampu menghentikan perlawanan Ouseph di game kedua dengan skor 21-14. Pertandingan pun harus memainkan game ketiga untuk mencari pemenang.

Memasuki game ketiga, permainan tetap berlangsung ketat. Meski sempat tertinggal Ouseph mampu menyamakan skor menjadi 6-6 lalu memimpin 6-7. Tommy pun memakai taktik meminta ganti kok dan lantai lapangan dipel untuk mengurangi ketegangan. Tommy pun mampu menyamakan kedudukan menjadi 8-8.

Setahap demi setahap Tommy bisa mengumpulkan poin dan unggul 11-8 saat pergantian tempat. Namun Ouseph kemudian bangkit dan menyamakan skor menjadi 13-13 bahkan unggul 13-14. Selanjutnya terjadi skor susul-menyusul. Tommy kemudian tertinggal 16-20 dan menyerah 16-21. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon