Prof Agustinus Jabat Rektor Universitas Tarumanegara
Kamis, 1 September 2016 | 19:36 WIB
Jakarta- Yayasan Tarumanegara melantik Prof Agustinus Purna Irawan sebagai Rektor Universitas Tarumanegara (Untar) periode 2016-2020 menggantikan Prof Roesdiman Soegiarso.
Prof Agustinus dalam sambutan pertamanya sebagai rektor Untar mengatakan, jabatan adalah amanah. Maka bukan hal mudah untuk menjalankannya. Pasalnya, harus menanggung tanggung jawab yang besar dalam memajukan Untar untuk dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.
"Semoga saya bisa menjalankan amanah ini. Menjadikan tugas ini penuh makna," kata Prof Agustinus di Gedung Utama Untar, Jakarta, Kamis, (1/9).
Prof Agustinus mengatakan, tugas pertama yang harus dijalankannya adalah menjadikan Untar sebagai Perguruan Tinggi swasta terbaik sehingga dapat berkontribusi pada dunia pendidikan di Indonesia. Selain itu, ia ingin mendorong para dosen dan mahasiswa untuk dapat menghasilkan karya-karya akademis yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat luas.
Untuk mewujudkannya, Prof Agustinus mengatakan, akan mengedepankan tiga pilar utama. Ada pun pilar tersebut yakni integritas, profesionalisme, dan enterprenuership. Ia menyakini jika Untar memiliki potensi yang besar untuk menjadi kampus terbaik di Tanah Air.
Dijelaskan, ketiga pilar ini akan dielaborasikan. Mulai dari mengembangkan kapasitas dosen dengan memberikan kesempatan studi lanjut untuk mengejar gelar S-3. Pasalnya, dengan banyak doktor dan profesor maka akan banyak karya tingkat nasional maupun internasional.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena publikasi ilmiah para dosen saat ini masih minim. Untuk itu, perlu ditingkatkan jumlahnya. Rektor asal Mataram ini menuturkan, untuk mewujudkan semuanya itu akan dilakukan secara bertahap. Misalkan dengan mengimplitasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di kampus Untar agar dapat dimanfaatkan secara langsung atau tepat guna bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanegara, Gunardi mengharapkan, dengan terpilihnya rektor baru ini Untar dapat semakin meningkatkan kontribusi, khususnya dalam menghasilkan enterpeneurship. Dalam artian, kampus tidak hanya menciptakan tenaga kerja, tetapi melahirkan pengusaha. Oleh karena itu, Untar mendesain kurikulum yang tidak telalu mengedepankan berpikir analisis tetapi harus berpikir kreatif untuk dapat menciptakan sesuatu.
Pendapat senada juga diutarakan oleh Pendiri Untar, Ir Ciputra. Ia mengatakan, entrepreneurship merupakan pilar utama yang harus dijalankan oleh perguruan tinggi, termasuk Untar.
Ia menuturkan, agar lulusan Untar tidak menjadi pencari kerja. Namun, pencipta lapangan kerja. Pasalnya, untuk memajukan ekonomi bangsa, kampus harus bisa mengajarkan mahasiswa untuk menjadi wirausaha dengan bisa mengubah hal-hal yang tidak berharga menjadi bisnis.
"Tidak perlu harus keliling dunia. Kita sanggup meciptakan lapangan kerja. Saya menciptakan lapangan kerja untuk puluhan ribu orang . Saya ingin tularkan ke Untar. Saya harap rektor baru bisa mengimpelentasikan supaya tamat bukan mencari kerja tetapi menciptakan lapangan kerja," ujarnya.
Ir Ciputra atau yang dikenal dengan Pak Ci mengaku akan mendukung kebijakan yang akan diambil Prof Agustinus untuk menjadikan Untar sebagai kampus wira usaha.
Sebagai inforamsi ,Prof Agustinus sebelumnya adalah Dekan Fakultas Teknik. Selain itu, ia merupakan guru besar termuda dari Untar yang mendapatkan gelar Sarjana Teknik dari Jurusan Tekniki Mesin, Fakultas Teknik Gadjah Mada (UGM). Gelar Magister Teknik ia raih di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), dengan predikat cum laude dari Depertemen Teknik Mesin. Ia juga menyelesaikan S-3 di alamamater yang sama. Ia juga pernah meriah juara pertama dosen berprestasi Kopertis Wilayah III Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




