Kapolri Promosikan Rycko Amelza Sebagai Kapolda Sumut
Kamis, 6 Oktober 2016 | 11:31 WIB
Medan - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mempromosikan Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjadi Kapolda Sumut menggantikan Irjen Pol Budi Winarso yang akan memasuki masa pensiun. Budi Winarso dimutasi ke Widyaswara Utama Sespim Polri Lemdikpol.
Informasi yang diperoleh SP, Kamis (6/10), promosi terhadap Rycko Amelza Dahniel itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Pol No: ST/243/X/2016, tanggal 5 Oktober 2016. Sebelumnya, mantan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menjabat Ketua STIK Lemdikpol Polri.
Jabatan Rycko kemudian dipercayakan kepada Brigjen Pol Dr Remisius Sigid Tri Hardjanto, yang sebelumnya menjabat Karo Sunluhkum Divkum Polri. Selanjutnya, jabatan Karo Sunluhkum Divkum Polri dipercayakan kepada Brigjen Pol Drs Ahmad Doviri MSi, yang sebelumnya menjabat Kapolda Banten.
Kapolda Banten dipercayakan kepada Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo MSi, yang juga merupakan mantan ajudan Presiden RI. Dengan promosi jabatan itu, maka pangkat Listyo Sigit naik menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi di akhir Desember 2016 mendatang.
Belum ada keterangan resmi dari petinggi dan juru bicara Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, terkait pergantian Kapolda Sumut tersebut. Namun, berbagai elemen masyarakat menyambut positif pergantian pucuk pimpinan di Polda Sumut tersebut.
"Rycko Amelza Dahniel dipastikan mampu memberangus segala bentuk kejahatan, baik itu dalam internal maupun eksternal Polri di Sumut. Kita tunggu gebrakan yang akan dilakukan jenderal polisi berprestasi tersebut," ujar pengamat kepolisian, Horas Siagian.
Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, lahir di Bogor 14 Agustus 1966, menyelesaikan pendidikan SDN (1979), SMPN (1982) dan SMAN (1985) di kota kecil Cibinong, Bogor. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dan menjadi lulusan terbaik dengan predikat Adhi Makayasa.
Kemudian Rycko dilantik oleh Presiden Soeharto di Istana Merdeka pada tanggal 23 Juli 1988. Segudang ilmu pendidikan yang diperolehnya, yaitu sebagai lulusan Magister (S2) Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia pada tahun 2001 dan Doktoral (S3) pada Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia pada tahun 2008 dengan predikat Cum Laude.
Penugasan pertama Ia jalani di Polres Metro Jakarta Pusat sebagai Kepala Unit Kejahatan dengan Kekerasan. Selanjutnya ditugaskan sebagai instruktur di Akademi Kepolisian Semarang. Tahun 1993 ia mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus dengan predikat terbaik, selanjutnya kembali bertugas di Polres Metro Jakarta Pusat.
Lalu Kasat Reserse Polres Jakarta Selatan, dan kemudian sebagai Wakasat Ekonomi Polda Metro Jaya. Tahun 2002 ia mengikuti pendidikan Sespimpol dan lulus dengan predikat terbaik untuk penulisan Naskah Strategis.
Irjen Pol Rycko tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting diantaranya Kapolres Jakarta Utara. Setelah itu, ia dipromosikan jadi ajudan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Ia kemudian menjabat Kepala Lembaga Kerjasama Pendidikan Dit PPITK PTIK, lembaga yang menginduk pada Lemdikpol, lalu sebagai Wakapolda Jabar dan kini menjadi Ketua STIK dulu dikenal sebagai PTIK.
Rycko Amelza Dahniel termasuk perwira polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri) yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di kota Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




