Sandiaga: Jangan Campur Aduk Bisnis dan Politik

Selasa, 11 Oktober 2016 | 14:16 WIB
CF
JS
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: JAS
Bakal calon wakil gubernur dalam Pilgub DKI Jakarta 2017, Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan pernyataan kepada jurnalis usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa, 11 Oktober 2016.
Bakal calon wakil gubernur dalam Pilgub DKI Jakarta 2017, Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan pernyataan kepada jurnalis usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa, 11 Oktober 2016. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Tangerang Selatan - Bakal calon wakil gubernur dalam Pilgub DKI Jakarta 2017, Sandiaga Salahuddin Uno melihat harus ada garis pembatas atau benang merah antara dunia usaha dengan dunia politik sehingga tidak saling berbenturan kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Sandi Uno usai memberi kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ciputat, Tangerang Selatan, Banten pada Selasa (11/10).

"Saya selalu berpesan untuk memisahkan antara politik praktis dengan garis tegas, tidak ada kompromi, bisa menarik benang merah terhadap ekonomi. Ini penting agar tidak ada benturan kepentingan antara bisnis dan politik," ujar Sandi, Selasa (11/10) siang.

Ia mengungkapkan dirinya sudah menyadari jika ia akan maju di Pilgub DKI, maka ia harus mengundurkan diri dari sejumlah perusahaan yang ia pimpin selama ini dan fokus pada dunia politik serta mendengar aspirasi dari warga.

"Ada kebijakan-kebijakan di tanah air yang dicampur aduk dengan bisnis, saya menyadari itu, oleh karena itu 18 bulan lalu saya tinggalkan dunia usaha dan fokus pada politik. Kita memulai tradisi jangan pernah memperdagangkan politik, dan mempolitikkan dagang," tambahnya.

Lebih lanjut, ia melihat ke depan dunia ekonomi di Indonesia akan semakin cemerlang apabila pemerintah dan masyarakat bisa memanfaatkan momentum bonus demografi sosial. Dia yakin dalam 10 hingga 30 tahun mendatang akan muncul jumlah generasi muda yang dapat membangun bangsa ini jauh lebih cemerlang.

"Saya dan Mas Anies (calon gubernur Anies Baswedan) juga salah satunya memiliki program kerja dan visi misi komitmen yang kuat dalam bidang pendidikan, para anak muda yang kelak akan memimpin bangsa dalam waktu 10-30 tahun ke depan itu sudah harus dibekali dengan pengetahuan teknologi dan semangat wirausaha sejak dini," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon