Kesadaran Berkontrasepsi Masyarakat Indonesia Rendah
Senin, 17 Oktober 2016 | 14:49 WIB
Jakarta - Kesadaran masyarakat Indonesia berkontrasepsi masih rendah. Bahkan diperkirakan pada 2050 mendatang, Indonesia mengalami lonjakan penduduk sebanyak 40% yaitu sekitar 360 juta orang.
Director DKT International Juan Enrique Garcia mengungkapkan saat ini persentase wanita menikah yang menggunakan kontrasepsi modern di Indonesia masih belum memenuhi target Sustainable Development Goals,yaitu 60% dari target 65%. Sedangkan angka kematian ibu masih tinggi yaitu 126 kasus dari target 102 kasus. "Di sisi lain, angka kebutuhan keluarga berencana yang belum terpenuhi atau unmet need KB masih 8,5 persen dari target 5 persen," ungkap Garcia melalui keterangan pers.
Gracia menambahkan salah satu penyebab belum tercapainya target Sustainable Development Goals dalam hal kontrasepsi adalah mitos bahwa KB memiliki efek bagi kesehatan perempuan. Padahal, anggapan tersebut salah besar. Kontrasepsi justru akan membantu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan juga anak-anaknya.
Penelitian telah menunjukkan bahwa kontrasepsi merupakan alat investasi kesehatan yang paling sederhana dalam Keluarga Berencana untuk menyelamatkan kehidupan dan secara dramatis meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
"Pada skala global, kontrasepsi memainkan peran lintas sektor terpenting dalam memberikan kontribusi terbanyak bagi tujuan pembangunan berkelanjutan jangka panjang. Singkatnya, dengan ber-KB dan merencanakan jarak kehamilan, dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, masyarakat dan juga bangsa," papar dia.
Garcia mengatakan pihaknya telah hadir sejak 1996 untuk membantu mengubah paradigma Keluarga Berencana di Indonesia dengan menggunakan metode social marketing, berkontribusi sebanyak 18 persen terhadap angka prevelansi KB di Indonesia. Pada 2015, DKT International berhasil mencapai 7,731 juta target CYP (Couple Years Protection), dengan jumlah kumulatif mencapai lebih dari 68 juta CYP.
"Seperti layaknya produk kecantikan perempuan, kampanye promosi alat kontrasepsi modern seharusnya dikemas dengan gaya yang lebih mudah di mengerti dan dapat menarik minat masyarakat untuk menggunakannya," tutup dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




