Gakkum KLHK Tingkatkan Pengamanan Kawasan Konservasi
Selasa, 25 Oktober 2016 | 19:07 WIBPekanbaru - Ancaman praktik illegal logging dan perambahan hutan terhadap kawasan inti cagar biosfer Giam Siak Kecil (GSK), Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau sangat tinggi. Untuk itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meningkatkan operasi pengamanan dan pemulihan kawasan konservasi.
Pemulihan pengamanan dan kawasan ini diprioritaskan karena GSK berada di lahan gambut yang rentan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan, pengamanan GSK dilakukan karena kawasan konservasi ini penting bagi Indonesia dan dunia. Bahkan kawasan ini menjadi perhatian UNESCO dan resmi ditunjuk sebagai kawasan cagar biosfer ke-7 di dunia.
"Berdasarkan pemantauan, terjadi berbagai macam persoalan terkait dengan illegal logging, perambahan kawasan dan pada saat musim kemarau terjadi karhutla," katanya usai peninjauan fly over dengan helikopter ke kawasan GSK, Riau, Selasa (25/10).
Kawasan hutan GSK ditunjuk berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan No: 173/Kpts-II/1986 pada 6 Juni 1986 dan sudah ada di tata batas dengan luas 84.867,44 hektare (ha). Kala itu tujuan penunjukkan sebagai suaka margasatwa yakni perlindungan habitat satwa liar terutama mamalia besar (harimau dan gajah) dan perlindungan jenis tumbuhan giam (Cotylelobium malayanum) dan rawa gambut.
"Kawasan ini prioritas kami tangani melalui pemulihan keamanan dari illegal logging dan pemulihan kawasan area rusak," ucapnya.
Kawasan inti terdiri dari GSK, suaka margasatwa Bukit Batu dan ex PT Dexter Timber Perkasa Indonesia memiliki luas 178.722 hektare. Di luar zona itu terdapat zona penyangga 222.426 ha terdiri dari kawasan konsesi atau hutan tanaman industri dan area transisi seluas 304.123 ha terdiri lahan bebas.
Baru-baru ini pun, operasi gabungan dari KLHK, TNI, Polri masuk ke kawasan illegal logging dan memusnahkan barang bukti. Selain itu di lokasi lainnya juga ditemukan perambahan hutan. Terindikasi ada 205 kepala keluarga di kawasan hutan. Pendekatan dan sosialisasi pun dilakukan dengan melibatkan Komnas HAM agar para perambah itu mau direlokasi dan terlibat dalam hutan kemitraan.
Langkah ini lanjut Rasio penting karena kawasan GSK merupakan cagar biosfer, kaya keanekaragaman hayati, banyak satwa dilindungi seperti beruang, harimau, gajah dan burung serta plasma nutfah flora fauna.
"Kalau kita bisa tangani kawasan GSK paling tidak kita bisa mengurangi tekanan terhadap karhutla dan menjaga kawasan konservasi kita," tegasnya.
Di samping operasi illegal logging dan pemulihan keamanan perambahan di kawasan cagar biosfer, saat ini KLHK meningkatkan pengamanan patroli
berkolaborasi dengan Polri, TNI, pemda dan Komnas HAM. Selain itu juga dilakukan restorasi di kawasan konservasi.
"Tujuan operasi pemulihan keamanan, penertiban kawasan perambah untuk mengatasi tekanan karhutla karena lokasi ini sering karhutla dan kaya biodivesity. Oleh karena itu kita jaga sebaik-baiknya sebab penting untuk tata air," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




