PBNU: Jangan Bawa-bawa Nama NU pada Demo Ahok
Senin, 31 Oktober 2016 | 20:17 WIB
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan bahwa NU tidak didirikan untuk melakukan unjuk rasa atau demonstrasi. Hal ini disampaikan Said Aqil menanggapi demonstrasi besar-besaran sejumlah kelompok muslim pada Jumat, 4 November 2016 di Jakarta.
"Kalau NU didirikan tidak untuk demo, tapi untuk pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan itu," ujar Said Aqil di lantai 3 Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Senin (31/10).
Karena itu, Said Aqil menegaskan bahwa orang salah jika ingin menggunakan NU untuk demonstrasi. Apalagi menjadikan NU sebagai alat politik. Meskipun demikian, dia tidak melarang warga NU terlibat dalam demonstrasi. Namun, tidak boleh menggunakan atribut atau mengatasnamakan NU.
"Sebagai dinamika negara demokrasi diperbolehkan, semua berhak demo tetapi jangan mengatasnamakan warga NU. Kalau mengatasnamakan NU, salah. Karena ini (NU) untuk dibangun untuk pendidikan pencerahan, dan kesejahteraan," tandas dia.
Lebih lanjut, Said Aqil mengatakan bahwa hak setiap warga negara untuk melakukan demonstrasi. Apalagi bangsa Indonesia menganut sistem demokrasi.
"Sebagai warga negara dari negara yang menganut sistem demokrasi, itu haknya warga negara semua, asalkan tidak anarkis, dan tetap menjaga etika, tidak merusak," imbuh dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




