Umar Patek Pernah Ajari Ipar Dulmatin Racik Bom
Kamis, 29 Maret 2012 | 12:15 WIB
Waktu itu setelah perkenalan, Dulmatin meminta Umar untuk mengajarkan teori bagaimana cara meracik bom
Umar Patek, terdakwa kasus terorisme ternyata pernah mengajarkan ilmu tentang bagaimana cara meracik bom kepada Harry Kuncoro, adik ipar Dulmatin, pelaku Bom Bali I yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang Maret 2010 lalu.
Ilmu tersebut diajarkan pada tahun 2001 yang lalu di Solo, di kontrakan Dulmatin.
"Waktu itu setelah perkenalan, Dulmatin meminta Umar untuk mengajarkan teori bagaimana cara meracik bom," kata Harry Kuncoro saat menjadi saksi dalam persidangan kasus terorisme dengan terdakwa Umar Patek di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, hari ini.
Harry mengatakan bahwa saat itu dia diajari oleh Umar tentang bagaimana cara mencampur potasium klorat, sulfur dan arang sehingga bisa menjadi sebuah bom.
"Tidak ada bahan yang harus dicampurkan, cuma diajarkan teorinya dan komposisinya saja, tapi karena sudah sepuluh tahun lebih dan tidak pernah saya pakai, saya lupa," kata Harry.
Baru kemudian kata Harry setelah dia bertemu kembali dengan Umar saat melarikan diri ke Filipina pada tahun 2003 lalu dia diajarkan secara langsung untuk mencampurkan bahan bom yang pernah diajarkan saat di Solo pada tahun 2001. "Cara mencampur itu diajarkan dengan santai," kata Harry.
Dalam kesaksiannya, Harry juga menjelaskan bahwa Umar memang bisa meracik bom, sementara untuk kemampuan meracik menurutnya Umar tidak bisa.
"Kalau Dulmatin bisa buat rangkaian elektronik yang gunanya mengendalikan bom jarak jauh. Tapi Kalau kemampuan Umar hanya mencampurkan bahan peledak yang setahu saya potasium," kata Harry.
Umar Patek diancam oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat dengan hukuman mati karena dituduh terlibat dalam kasus Bom Bali I.
Ancaman ini sendiri dikenakan terhadap umar terkait keterlibatannya dalam meracik bom kimia yang digunakan untuk meledakkan beberapa tempat di Bali, di antaranya, di Paddy's Pub dan di depan Sari Club, Bali, yang mengakibatkan ratusan orang meninggal.
Umar Patek, terdakwa kasus terorisme ternyata pernah mengajarkan ilmu tentang bagaimana cara meracik bom kepada Harry Kuncoro, adik ipar Dulmatin, pelaku Bom Bali I yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang Maret 2010 lalu.
Ilmu tersebut diajarkan pada tahun 2001 yang lalu di Solo, di kontrakan Dulmatin.
"Waktu itu setelah perkenalan, Dulmatin meminta Umar untuk mengajarkan teori bagaimana cara meracik bom," kata Harry Kuncoro saat menjadi saksi dalam persidangan kasus terorisme dengan terdakwa Umar Patek di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, hari ini.
Harry mengatakan bahwa saat itu dia diajari oleh Umar tentang bagaimana cara mencampur potasium klorat, sulfur dan arang sehingga bisa menjadi sebuah bom.
"Tidak ada bahan yang harus dicampurkan, cuma diajarkan teorinya dan komposisinya saja, tapi karena sudah sepuluh tahun lebih dan tidak pernah saya pakai, saya lupa," kata Harry.
Baru kemudian kata Harry setelah dia bertemu kembali dengan Umar saat melarikan diri ke Filipina pada tahun 2003 lalu dia diajarkan secara langsung untuk mencampurkan bahan bom yang pernah diajarkan saat di Solo pada tahun 2001. "Cara mencampur itu diajarkan dengan santai," kata Harry.
Dalam kesaksiannya, Harry juga menjelaskan bahwa Umar memang bisa meracik bom, sementara untuk kemampuan meracik menurutnya Umar tidak bisa.
"Kalau Dulmatin bisa buat rangkaian elektronik yang gunanya mengendalikan bom jarak jauh. Tapi Kalau kemampuan Umar hanya mencampurkan bahan peledak yang setahu saya potasium," kata Harry.
Umar Patek diancam oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Barat dengan hukuman mati karena dituduh terlibat dalam kasus Bom Bali I.
Ancaman ini sendiri dikenakan terhadap umar terkait keterlibatannya dalam meracik bom kimia yang digunakan untuk meledakkan beberapa tempat di Bali, di antaranya, di Paddy's Pub dan di depan Sari Club, Bali, yang mengakibatkan ratusan orang meninggal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




