Ini Jawaban Fahri Hamzah atas Isu Aksi 4 November Ditunggangi ISIS

Jumat, 4 November 2016 | 12:39 WIB
MS
WM
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: WM
Wakil Ketua DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menunjukan surat Pemecatan dirinya saat memberikan keterangan pers terkait pemecatan dirinya dari keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera, di Gedung Nusantara III DPR Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 4 April 2016.
Wakil Ketua DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menunjukan surat Pemecatan dirinya saat memberikan keterangan pers terkait pemecatan dirinya dari keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera, di Gedung Nusantara III DPR Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 4 April 2016. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta- Sejumlah laporan di media massa asing menyebut aksi 4 November ditunggangi oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS yang akan mengikuti aksi di Jakarta, membantah sekaligus menyampaikan kegeramannya atas pihak asing yang berusaha mengekspor konflik di Timur Tengah ke Indonesia.

Bagi Fahri, ISIS adalah ciptaan kapitalisme yang coba disuntikkan ke Indonesia. Sama seperti terorisme, yang menurut dia, adalah hantu yang diciptakan oleh kapitalisme barat dan diekspor ke Indonesia, dan mereka perangi sendiri.

Fahri mengatakan dirinya sudah melihat gejala bahwa fenomena ISIS yang diciptakan dan membuat sejumlah negara gagal di Timur Tengah, memang berusaha diekspor ke Indonesia. Tujuannya agar apa yang terjadi di Timur Tengah, juga terjadi di Indonesia.

Dalam konteks itulah dia melihat tuduhan di sejumlah media massa asing soal adanya ISIS dalam aksi 4 November.

"Mereka ingin memaksakan konflik di Timu Tengah. Ini coba diciptakan di Indonesia. Mudah-mudahan kita tak terbawa, dan selesaikan masalah ini dengan konsensus negara kita. Saya tak percaya propaganda itu. Mudah-mudahan aparat tak terikut metode mereka itu," ulas Fahri Hamzah, Jumat (4/11).

Diingatkannya juga bahwa metode-metode asing mengadu domba, seperti yang terjadi di Timur Tengah, takkan berhasil untuk dilaksanakan di Indonesia. Sebab, Indonesia punya kekuatan lebih.

Karenanya, dia juga mengingatkan seluruh rakyat Indonesia agar tak boleh kalah atas tekanan itu.

"Kita tak boleh kalah. Harus keluar sebagai pemenang. Kita tak boleh impor gejala negara gagal di Timteng. Kita adalah bangsa Indonesia, meski di saat bersamaan, tak boleh impor pikiran yang sinis pada agama," kata Fahri.

Sebelumnya, Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict Sidney Jones menduga ada pihak lain di belakang aksi 4 November yang siap menyokong dana. Pengamat terorisme ini mengaku mendapat informasi tentang rencana aksi 4 November yang memperkuat keterlibatan ISIS.

Dalam pesan itu, kata Sidney, pelaku aksi diperintahkan untuk bisa memanfaatkan 4 November untuk membuat kerusuhan. Selain itu, dugaan masuknya ISIS dalam aksi 4 November juga berasal dari foto-foto anggota kelompok Jaiys Al-Fath di Suriah yang bagian dari Tandzim Al-Qaidah.

Pada foto itu terlihat tulisan-tulisan yang mengancam Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bahkan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku memperoleh informasi bahwa simpatisan kelompok militan ISIS bakal ikut aksi pada 4 November mendatang. Dia menyatakan, pihaknya siap mengantisipasi hal terburuk pada demonstrasi nanti.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon