Jaringan Komunikasi di DPR Terganggu, Diduga Upaya Halangi Pemberitaan
Jumat, 30 Maret 2012 | 13:01 WIB
Wartawan menjadi susah mengirim berita
Upaya untuk memuluskan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya dilakukan dengan mengerahkan ribuan aparat keamanan untuk meredam aksi demonstrasi, tetapi juga mengganggu jaringan komunikasi, setidaknya itu yang dirasakan oleh para wartawan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jumat.
Puluhan wartawan yang meliput di Gedung DPR kebingungan. Pasalnya, mereka harus memutar otak untuk mengirim berita dengan jaringan komunikasi data yang sepertinya dihalangi oleh pihak tertentu.
"Sudah kirim banyak berita tapi ternyata selalu gagal. Kirim email ke kantor gak bisa dari tadi, jadinya belum bisa kirim berita juga sampai sekarang," keluh wartawan portal berita okezone.com.
Sebagian besar wartawan dari portal berita, yang memang dituntut untuk mengirim berita secara real time, menyesalkan insiden ini karena merasa tugas jurnalistik mereka dihalangi.
"Apakah upaya ini sengaja dilakukan untuk mengaburkan pemberitaan mengenai kenaikan BBM?" tanya Ajat Fajar, wartawan portal inilah.com.
Kesulitan mengirim data atau menggunakan jaringan internet di DPR memang jarang dialami kecuali kalau adanya kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau kunjungan resmi tamu VVIP.
Sementara itu Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gatot Dewa Broto mengatakan pihaknya tidak melakukan upaya untuk menghalangi pemberitaan mengenai kenaikan harga BBM.
"Tidak ada perintah dari Kominfo. Tidak boleh ada gangguan," katanya kepada beritasatu.com.
Upaya untuk memuluskan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya dilakukan dengan mengerahkan ribuan aparat keamanan untuk meredam aksi demonstrasi, tetapi juga mengganggu jaringan komunikasi, setidaknya itu yang dirasakan oleh para wartawan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jumat.
Puluhan wartawan yang meliput di Gedung DPR kebingungan. Pasalnya, mereka harus memutar otak untuk mengirim berita dengan jaringan komunikasi data yang sepertinya dihalangi oleh pihak tertentu.
"Sudah kirim banyak berita tapi ternyata selalu gagal. Kirim email ke kantor gak bisa dari tadi, jadinya belum bisa kirim berita juga sampai sekarang," keluh wartawan portal berita okezone.com.
Sebagian besar wartawan dari portal berita, yang memang dituntut untuk mengirim berita secara real time, menyesalkan insiden ini karena merasa tugas jurnalistik mereka dihalangi.
"Apakah upaya ini sengaja dilakukan untuk mengaburkan pemberitaan mengenai kenaikan BBM?" tanya Ajat Fajar, wartawan portal inilah.com.
Kesulitan mengirim data atau menggunakan jaringan internet di DPR memang jarang dialami kecuali kalau adanya kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau kunjungan resmi tamu VVIP.
Sementara itu Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gatot Dewa Broto mengatakan pihaknya tidak melakukan upaya untuk menghalangi pemberitaan mengenai kenaikan harga BBM.
"Tidak ada perintah dari Kominfo. Tidak boleh ada gangguan," katanya kepada beritasatu.com.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




