Puti Soekarno: Pancasila, Ideologi yang Menentang Kesenjangan dan Ketimpangan Sosial
Senin, 14 November 2016 | 15:36 WIB
Jakarta - Politisi PDI Perjuangan yang juga cucu dari Proklamator Bung Karno, Puti Guntur Soekarno, mengingatkan, bangsa Indonesia adalah bangsa nasionalis dan cinta damai.
Menurut Puti, Pancasila haruslah dimengerti sebagai ideologi yang memiliki semangat menentang kesenjangan dan ketimpangan di dunia yang diakibatkan eksploitasi berlebihan yang dijalankan oleh kapitalisme global.
Pancasila, dikatakan, mengandung keinginan menjamin, menghormati, dan memenuhi hak kemerdekaan negara bangsa, kesejahteraan umum, keadilan sosial, kehidupan yang beradab, serta perdamaian dunia yang abadi. Pancasila menawarkan solusi "jalan ketiga" (the third way) menuju tata dunia baru.
"Saya mengutip kata-kata Soekarno, Presiden Republik Indonesia yang pertama, 'kami nasionalis, kami cinta kepada bangsa kami dan kepada semua bangsa'," kata Puti, dalam keterangannya saat menyampaikan Refleksi Pemikiran Soekarno dari Masa Kini Abad ke-21, yang digelar Pusat Studi Asia-Jepang, Program Pasca Sarjana, Universitas Kokushikan, Senin (14/11).
Puti pun menyajikan fakta menyedihkan bahwa yang terjadi saat ini pudarnya semangat persaudaraan dan kemanusiaan. Semua sebagai akibat dari ekonomi global yang bergerak begitu cepat dalam sistem yang kadang nyaris tidak dapat dipahami.
Puti dalam kesempatan itu juga kembali membawa kata-kata mutiara mantan Presiden Soekarno. Yaitu "Dengan jelas tampak di mata saya menyingsingkan suatu hari baru, dan bahwa matahari kemerdekaan dan emansipasi, matahari yang sudah lama kita impikan, sudah terbit di Asia dan Afrika."
Dijelaskan, tugas mulia membangun dunia baru dimaknai sebagai tugas bersama, karena semuanya mempunyai suatu tanggung jawab kepada dunia.
Menurut Puti, saat ini dunia juga tengah menghadapi arus deras kapitalisme global. Kesenjangan global juga terjadi di hampir semua negara. Sebuah kondisi yang disebabkan eksploitasi berlebih atas sumberdaya alam dan manusia.
Dirinya pun mengajak untuk terus memulai menapaki jalan kerjasama, jalan budaya, jalan Pancasila untuk membangun tata dunia baru.
"Saya mengajak serta para peneliti dan pemerhati baik dari Indonesia maupun dari Jepang untuk meniti jalan kebudayaan ini secara bersama-sama. Untuk meneliti, mengembangkan, dan memperjuangkan cita-cita Soekarno dalam memberikan sumbangan membangun peradaban dan perdamaian abadi di dunia. Untuk mewujudkan semua ini bisa kita tempuh dengan strategi politik kebudayaan," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




