Polisi Jatim Periksa KA, Bus, dan Mobil ke Jakarta
Rabu, 30 November 2016 | 06:46 WIB
Malang - Kepala Stasiun Kota Baru Malang, Suprapto mengatakan pemeriksaan barang bawaan penumpang tujuan Jakarta semata-mata dilakukan untuk menjaga keamanan para penumpang. Pemeriksaan dilakukan oleh pihak keamanan stasiun dan Kepolisian dari Polres Malang Kota, sejak Selasa (29/11).
"Penjagaannya normal seperti biasa karena semua penumpang terkait tujuan ke tempat yang diinginkan (Jakarta) dengan maksud dan tujuan apa, kita tidak tahu," ujar Suprapto yang ditemui, Rabu (30/11) tadi pagi. Untuk pemeriksaan barang bawaan itu pihak Polsus KA bekerja sama denga Polisi untuk jaga-jaga saja. Mulai pemeriksaan senjata tajam (sajam), dan kemungkinan lain sepeti bahan peledak (handak), dan seterusnya, tandas Suprapto.
Diakui Suprapto, pemeriksaan barang bawaan penumpang merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Stasiun (KA) Kota Baru. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada para penumpang, karena tidak tersinggung dengan keamanan yang diperketat menjelang aksi unjuk rasa 2 Desember mendatang di Jakarta.
"Kalau ada (pemeriksaan) sebelumnya, itu hanya sebatas imbauan tertulis dari PT KAI yang terpampang di depan stasiun. Respon penumpang bagus, sopan, karena kita sampaikan dengan meminta izin terlebih dahulu. Syukur seluruh penumpang dengan suka rela mempersilakan petugas memeriksa barang yang mereka bawa," ujar Supapto lagi.
Pasuruan
Antisipasi juga dilakukan jajaran Polres Pasuruan yang hendak berangkat ke Jakarta, dengan menggunakan angkutan bus umum, Selasa (29/11) dan Rabu hari ini. Petugas Polres memeriksa barang-barang bawaan para penumpang bus yang mencurigakan ketika bus harus berhenti di Terminal Blandongan, Pasuruan. Nampak petugas kepolisian dibantu petugas Dishub Kota Pasuruan, menggeledah sejumlah barang bawaan penumpang yang dianggap mencurigakan.
"Operasi ini serentak dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, di antaranya Unit Lalu Lintas dan Dishub Kota Pasuruan," ujar Kompol Sutiswono, Kabag Ops Polres Pasruan Kota, Selasa (29/11). Selain itu, petugas juga mengimbau agar para penumpang bus tidak ke Jakarta untuk ikut-ikutan unjuk rasa 212 di Jakarta. Jika ingin berdemo Bela Islam III, diminta dilakukan di Jatim sendiri.
Ngawi
Pemeriksaan barang bawaan penumpang bus dan mobil pribadi juga dilakukan jajaran Kepolisian di perbatasan Jatim, di Magetan dan Ngawi. Selama dua hari masing-masing dilakukan 24 jam penuh itu digelar pemeriksaan penumpang, tidak ditemukan barang bawaan yang mencurigakan. "Ya, sampai, Selasa malam ini para penumpang angkutan umum bus dan mobil pribadi, aman-aman saja," ujar Kabag Polres Magetan Kompol Djuwadi.
Dikatakan Kompol Djuwadi, pemeriksaan di perbatasan digelar hingga Jumat (2/12) dan itu bisa diperpanjang sesuai kondisi keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Jadwalnya fleksibel, menyesuaikan situasi dan kondisi, demi kamtibmas yang kondusif di Jatim. "Tugas Polisi kan melayani, melindungi dan mengayomi. Jadi, kalau kondisi aman, antisipasi pemeriksaan itu kita cabut. Tapi saya yakin, mudah mudahan aman, kondusif," ujar Kompol Djuwadi.
Menurut Kompol Djuwadi, Polres menurunkan kekuatan sebanyak tiga satuan setingkat kompi (SSK) atau sekitar 150 personil setiap harinya di perbatasan Kecamatan Plaosan dan Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Karanganyar, Jateng serta dua SSK di Kecamatan Puh Pelem, Kabupaten Wonogiri, Jateng, katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




