Penangkapan Terduga Makar, Polisi Koordinasi dengan TNI
Selasa, 6 Desember 2016 | 21:41 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya, telah melakukan koordinasi dengan Kodam Jaya dalam penangkapan sejumlah orang termasuk Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha, terkait kasus dugaan upaya makar.
Hal itu disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, terkait munculnya rekaman video atas nama Dragon TV berisi informasi beberapa perwira tinggi dan perwira menengah TNI marah dengan ditangkapnya Kivlan dan Adityawarman, yang diunggah ke YouTube.
"Perlu saya sampaikan, tanggal 1 Desember malam, kami dengan bapak Pangdam dan beberapa pejabat Kodam Jaya serta Polda Metro rapat membahas hasil informasi intelejen. Karena beberapa orang akan melakukan rencana yang diduga perbuatan makar," ujar Iriawan, Selasa (6/12).
Ia menambahkan, Polri dan TNI mendapatkan informasi adanya beberapa pertemuan di sejumlah tempat. "Sehingga malam tersebut kami dengan Pangdam melaksanakan rapat di ruangan rapat Polda Metro Jaya. Kami berdua melakukan rapat dan diikuti para pejabat. Ini malam tanggal 1 Desember, kira-kira jam 11 (23.00)," ungkapnya.
Ia menyampaikan, setelah menentukan rencana penangkapan terhadap beebrapa orang yang diduga akan melakukan makar, kemudian tim dibagi ke beberapa tujuan.
"Tim berangkat ke rumah bapak Kivlan Zein dan bapak Adityawarman. Ini ada Polisi Militer yang membantu kami (menunjukan foto pada saat penangkapan). Jadi kami didampingi oleh POM TNI. Jadi foto ini membuktikan kami bersama-sama berkoordinasi dengan pihak TNI. Pihak POM dan pihak Kodam Jaya, karena kami include satu kesatuan," jelasnya.
Menyoal penangkapan terhadap Kivlan dan Adityawarman, Iriawan menyampaikan, pihaknya sudah memiliki bukti permulaan yang cukup sehingga dilakukan penangkapan dan menetapkan statusnya sebagai tersangka.
"Kemudian kenapa tidak ditahan? Yang pertama karena beliau kooperatif. Dari awal kita masuk ke rumah beliau sudah kooperatif, sehingga sampai di bawa ke Brimob untuk pemeriksaan. Jadi sekali lagi penangkapan dilakukan dengan unsur POM dari Kodam Jaya dan kami sudah melapor pak Kapolri, demikian pak Pangdam sudah melapor kepada panglima TNI," tegasnya.
Ia menuturkan, penyidik saat ini sedang menelusuri dan melacak media sosial yang menyampaikan informasi menyesatkan terkait perwira TNI marah dengan penangkapan terduga pelaku makar.
"Sekarang akunnya sedang saya cari yang mengatasnamakan Dragon TV. Di mana saya cek ke TV China, ternyata tidak ada Dragon TV mengeluarkan itu. Jadi sedang kita cari. Saya minta kembali kepada khalayak ramai, jangan coba-coba melanggar Undang-undang ITE karena akan kita cari untuk dimintai pertanggungjawaban," terangnya.
Ia menegaskan, berita atau informasi yang beredar di media sosial terkait perwira TNI marah itu tidak benar.
"Kami sampaikan kepada seluruh khalayak ramai bahwa apa yang ada di medsos tidak benar adanya. Masyarakat jangan percaya terhadap provokasi, adu domba. Kami dalam keadaan solid bersama-sama untuk mengamankan Jakarta, tentunya mengamankan Indonesia umumnya, antara TNI dan Polri," tandasnya.
Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana mengungkapkan, tidak ada perpecahan di tubuh TNI.
"Tadi dijelaskan tidak ada. Rantai komando TNI jelas sekali. Tidak ada gerakan ke Jakarta itu bohong, tidak ada sama sekali. Kita sangat solid. Tidak ada pergerakan dari TNI," katanya.
Diketahui, sejumlah tersangka yang ditangkap antara lain Sri Bintang Pamungkas, Adityawarman Thaha, Kivlan Zein, Firza Huzein, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, Rachmawati Soerkarnoputri, Eko, Jamran dan Rizal Kobar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




