Istana Sebut, Reshuffle Menteri PKS Belum Waktunya

Senin, 2 April 2012 | 15:28 WIB
AN
B
Penulis: Anita Rachman/ Ratna Nuraini | Editor: B1
Juru bicara presiden, Julian Aldrin Pasha
Juru bicara presiden, Julian Aldrin Pasha (Antara)
Tersurat, akan ada tindakan jika PKS menyakiti hati PD lebih dari dua kali.

PKS dinilai keluar dari garis kebersamaan partai-partai koalisi saat voting soal kenaikan harga BBM di DPR.

Pertanyaannya, apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan bersikap tegas terhadap partai tersebut? Terkait itu, juru bicara kepresidenan Julian Pasha mengaku, belum mendapatkan informasi soal itu.

"Itu  hak prerogatif presiden. Saya tidak bisa berkomentar. Saya belum bisa memberikan pernyataan, belum hari H-nya," tutur Julian, siang ini.

Sementara itu, secara terpisah, Ketua DPR Marzuki Alie di akun Twitternya MA_DPR pagi ini menuliskan: "1 x kau sakiti hatiku, sudah kumaafkan. 2 x kau sakiti hatiku, juga kumaafkan. Tapi janganlah ke-3x oh ho janganlah. Cukuplah sudah! PKS terhadap PD"

Namun, Marzuki sendiri belum membalas apakah tulisan itu mengandung makna bahwa PD akan menghukum PKS. Hanya saja, cukup tersurat bahwa akan ada tindakan jika PKS  menyakiti hati PD lebih dari dua kali.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon