Kali Krukut Jebol Akibat Ulah Warga
Selasa, 3 April 2012 | 12:16 WIB
Banjir diakibatkan jebolnya tembok satu rumah warga yang berdampingan dengan turap atau dinding Kali Krukut.
Kawasan Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, dilanda banjir hingga ketinggian 1,5 meter, Senin (2/4) malam. Banjir diakibatkan jebolnya tembok satu rumah warga yang berdampingan dengan turap atau dinding Kali Krukut. Dinding tersebut jebol karena pemilik rumah menolak temboknya diperkuat dengan turap tanggul.
"Banjir bukan karena jebolnya tanggul Kali Krukut. Tetapi disebabkan satu rumah yang pemiliknya tidak mau ditanggul. Lalu, ketika debit air Kali Krukut semakin besar ada kiriman air dari Bogor. Tembok yang tak kuat menahan air akhirnya jebol," kata Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI, Tarjuki kepada wartawan, hari ini.
Dia mengatakan, seluruh pihak mulai dari Camat, Lurah hingga Ketua RW dan RT, sudah berusaha membujuk warga tersebut untuk segera menanggul temboknya. Sebab, bila segera diantisipasi dapat mencegah terjadinya banjir.
"Saya tidak tahu alasannya warga itu tidak mau mmeberikan izin. Padahal sudah dilobi oleh Camat, Lurah, ketua RW dan RT, tapi dia bersikeras tidak mau," ujarnya.
Melihat keadaan tersebut, pihak Marinir juga turun tangan membujuk warga tersebut. Apalagi, di kawasan tersebut juga tengah dilakukan pembangunan lapangan tembak milik Marinir.
"Kami tidak tahu pasti nama warganya. Tapi yang pasti, saat ini dia sedang dipanggil Komandan Marinir, untuk segera mengizinkan penguatan tembok rumahnya," ungkap Tarjuki.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI, Ery Basworo membenarkan peristiwa banjir di Pondok Labu disebabkan tembok satu rumah di samping Kali Krukut jebol. Sehingga, air dengan cepat memasuki kawasan pemukiman di kelurahan itu.
Terkait bencana banjir yang melanda sebagian wilayah di Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur, Ery menegaskan semua diakibatkan area tangkapan (catchment area) sungai di tiga wilayah tersebut sudah semakin sempit. Rata-rata lebar semua kali di Jakarta hanya lima meter, padahal area tangkapan ideal 20 meter.
"Seperti Kali Krukut. Lebar eksisting sebenarnya 10 meter, tapi di lapangan 5 meter, karena adanya bangunan di kiri kanan pinggiran kali. Ditambah lagi sampah-sampah yang mengurangi daya tampungnya," kata Ery.
Hingga saat ini, banjir masih melanda sejumlah wilayah DKI Jakarta. Di antaranya Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan dengan ketinggian air 1,5 meter; Jalan Ciledug Raya, Jakarta Selatan; Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur dengan ketinggian air 2,5 meter dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan ketinggian air satu meter.
Kawasan Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, dilanda banjir hingga ketinggian 1,5 meter, Senin (2/4) malam. Banjir diakibatkan jebolnya tembok satu rumah warga yang berdampingan dengan turap atau dinding Kali Krukut. Dinding tersebut jebol karena pemilik rumah menolak temboknya diperkuat dengan turap tanggul.
"Banjir bukan karena jebolnya tanggul Kali Krukut. Tetapi disebabkan satu rumah yang pemiliknya tidak mau ditanggul. Lalu, ketika debit air Kali Krukut semakin besar ada kiriman air dari Bogor. Tembok yang tak kuat menahan air akhirnya jebol," kata Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI, Tarjuki kepada wartawan, hari ini.
Dia mengatakan, seluruh pihak mulai dari Camat, Lurah hingga Ketua RW dan RT, sudah berusaha membujuk warga tersebut untuk segera menanggul temboknya. Sebab, bila segera diantisipasi dapat mencegah terjadinya banjir.
"Saya tidak tahu alasannya warga itu tidak mau mmeberikan izin. Padahal sudah dilobi oleh Camat, Lurah, ketua RW dan RT, tapi dia bersikeras tidak mau," ujarnya.
Melihat keadaan tersebut, pihak Marinir juga turun tangan membujuk warga tersebut. Apalagi, di kawasan tersebut juga tengah dilakukan pembangunan lapangan tembak milik Marinir.
"Kami tidak tahu pasti nama warganya. Tapi yang pasti, saat ini dia sedang dipanggil Komandan Marinir, untuk segera mengizinkan penguatan tembok rumahnya," ungkap Tarjuki.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI, Ery Basworo membenarkan peristiwa banjir di Pondok Labu disebabkan tembok satu rumah di samping Kali Krukut jebol. Sehingga, air dengan cepat memasuki kawasan pemukiman di kelurahan itu.
Terkait bencana banjir yang melanda sebagian wilayah di Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur, Ery menegaskan semua diakibatkan area tangkapan (catchment area) sungai di tiga wilayah tersebut sudah semakin sempit. Rata-rata lebar semua kali di Jakarta hanya lima meter, padahal area tangkapan ideal 20 meter.
"Seperti Kali Krukut. Lebar eksisting sebenarnya 10 meter, tapi di lapangan 5 meter, karena adanya bangunan di kiri kanan pinggiran kali. Ditambah lagi sampah-sampah yang mengurangi daya tampungnya," kata Ery.
Hingga saat ini, banjir masih melanda sejumlah wilayah DKI Jakarta. Di antaranya Kelurahan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan dengan ketinggian air 1,5 meter; Jalan Ciledug Raya, Jakarta Selatan; Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur dengan ketinggian air 2,5 meter dan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dengan ketinggian air satu meter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




