Jelang Tahun Baru, Polsek Koja Gelar Simulasi Pengamanan Antiteror

Sabtu, 31 Desember 2016 | 12:54 WIB
CF
B
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: B1
Anggota kepolisian melakukan simulasi antisipasi pengamanan teror jelang pergantian malam tahun baru di Markas Polsek Koja, Sabtu, 31 Desember 2016 pagi.
Anggota kepolisian melakukan simulasi antisipasi pengamanan teror jelang pergantian malam tahun baru di Markas Polsek Koja, Sabtu, 31 Desember 2016 pagi. (Suara Pembarun/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta- Jajaran anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Koja melakukan simulasi antiteror sebagai salah satu persiapan apel pengamanan pergantian malam tahun baru 2017 pada Sabtu (31/12).

Dengan latihan antiteror tersebut maka personel kepolisian dapat melakukan evaluasi terhadap tindakan dan protap menghadapi berbagai ancaman aksi pelaku teror yang hendak menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurut pengamatan SP dalam simulasi di lokasi, sejumlah personel kepolisian yang sedang menjalankan tugasnya seperti biasa di Mapolsek Koja tiba-tiba kedatangan seseorang yang membawa tas ransel besar melewati pos penjagaan.

Saat itu anggota kepolisian yang berjaga di pos depan penjagaan meminta pelaku untuk berhenti berjalan menuju ke arah bangunan markas Polsek Koja namun diabaikan oleh pria tersebut.

Saat itulah anggota kepolisian yang bersenjatakan laras panjang dan pistol kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku dengan komposisi tiga orang melindungi dari belakang sedangkan dua orang lainnya menyergap pelaku.

Pihak kepolisian juga memastikan isi tas yang diduga berisi bom untuk segera disterilisasi pascapenangkapan terhadap sosok pelaku yang sempat mengabaikan arahan anggota di pos jaga depan.

"Simulasi ini dimaksudkan agar seluruh anggota Polsek Koja siap melakukan antisipasi ancaman aksi teror, dari pelaksanaannya kita bisa melakukan evaluasi terhadap berbagai protap yang keliru dan bisa diperbaiki jika kejadian sesungguhnya terjadi," ujar Kapolsek Koja, Kompol Supriyanto, Sabtu (31/12).

Disebutkannya, dalam simulasi tersebut bisa saja pelaku terror menyasar tempat-tempat keramaian dan objek vital, dan pihak kepolisian harus melakukan pengamanan dengan disesuaikan kondisi di lapangan.

"Pastikan keselamatan masyarakat terlebih dahulu, anggota juga harus jeli dalam melihat apa yang disasar oleh pelaku dan langsung berkoordinasi dengan jajaran dan pimpinan terkait situasi yang berlangsung," tuturnya.

Sesuai dengan arahan pimpinan, apabila pelaku mengeluarkan sajam dan senpi ketika hendak ditangkap, maka pihak kepolisian dapat melakukan tindakan diskresinya dengan melakukan penegakan hukum secara tegas.

"Ada teroris yang action mengacungkan senjata dahulu seperti di Sarinah, tapi ada juga yang langsung meledakkan diri, apa pun metodenya pihak kepolisian harus siap mengantisipasi segala ancaman yang ada dan memastikan keamanan masyarakat," kata Supriyanto.

Setelah melakukan simulasi tersebut, pihak Polsek Koja juga melakukan apel sinergi dengan unsur tiga pilar bersama jajaran Kecamatan Koja, dan Koramil Koja untuk pengamanan malam tahun baru.

Dalam apel kebersamaan tersebut juga diakhiri dengan makan ikan bakar lesehan di Lapangan Mapolsek Koja bersama dengan seluruh pengurus RT/RW, Pokdarkamtibmas, Pamswakarsa, dan berbaga elemen masyarakat lainnya yang selama ini menjadi mitra kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon