Djarot: Responden Survei Tak Sebanding dengan Jumlah Pemilih

Rabu, 18 Januari 2017 | 21:37 WIB
LT
FH
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FER
Cawagub DKI, Djarot Saiful Hidayat, blusukan kampanye ke Perumnas Cengkareng, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu, 18 Januari 2017.
Cawagub DKI, Djarot Saiful Hidayat, blusukan kampanye ke Perumnas Cengkareng, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu, 18 Januari 2017. (Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun)

Jakarta - Adanya hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan pasangan nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat berada di posisi kedua dibawah pasangan nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni (Agus-Sylvi), tak mau diambil pusing oleh Djarot.

Karena, jumlah responden yang digunakan membawa survei tidak ada satu persen dari jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 7,1 juta orang.

"Biarkan saja. LSI itu Denny JA ya kalau enggak salah. Itu respondennya 880 orang, pemilih kita ada 7,1 juta orang. Enggak apa-apa," kata Djarot seusai blusukan di Perumnas Cengkareng, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (18/1).

Kalau perlu, lanjutnya, dirinya akan membuat survei internal sendiri untuk mengetahui tingkat elektabilitas Ahok-Djarot yang sebenarnya. Survei dilakukan di kantong-kantong pemilih yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalau perlu kami akan bikin survei sendiri. Kemudian, kantong-kantong respondennya dapat dipertanggungjawabkan, ya gampang. Jadi bukan saya enggak percaya sama survei, tapi nanti kita buktikan," ujarnya.

Djarot mengatakan, dirinya justru merasa senang jika hasil survei LSI menempatkan Ahok-Djarot pada posisi kedua. Kalau ditempatkan pada posisi pertama, menurutnya keliru.

"Justru seperti ini kami seneng loh. Kalau malah ditaruh nomor satu keliru itu salah. Belum nanti tanggal 15 Februari baru ketahuan siapa yang menang," tuturnya.

Seperti diketahui, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali merilis survei terbaru. Hasilnya, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memiliki elektabilitas yang lebih unggul dibandingkan dua pasangan calon lainnya yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Ahok-Djarot 32,6 persen dan Anies-Sandi memiliki elektabilitas 21,4 persen. Sementara yang belum memutuskan pilihannya sebanyak 9,3 persen.

Berdasarkan survei tersebut, yang nantinya akan tersingkir pada putaran pertama kemungkinan besar adalah pasangan Anies-Sandi. Sebab, selisih elektabilitas mereka dibandingkan dua pasangan lainnya di atas 10 persen.

Hasil lain dari survei tersebut juga menunjukkan bahwa masih belum ada pasangan cagub-cawagub yang memenuhi syarat untuk memenangkan Pilkada DKI. Pasalnya, ketiga pasangan calon tidak memperoleh suara lebih dari 50 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 5 hingga 11 Januari 2017. LSI Denny JA menggunakan 880 responden dengan cara tatap muka dan menggunakan kuesioner.

Adapun metode penelitian yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3,4 persen. Survei tersebut dibiayai menggunakan dana internal LSI Denny JA.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon