Ilmuwan Temukan Obat Baru Kanker Prostat
Senin, 9 April 2012 | 07:19 WIB
Obat ini mampu mengunci sel-sel kanker prostat yang agresif, sehingga sel tersebut tidak dapat menyebar.
Peneliti dari Amerika Serikat, telah mengembangkan obat baru pencegah penyebaran sel kanker prostat pada manusia, tanpa menimbulkan pengaruh beracun terhadap jaringan normal tubuh.
Dalam penelitian tersebut, sejumlah peneliti Universitas Northwestern mencangkok sel kanker prostat pada manusia ke dalam jaringan prostat sejumlah tikus percobaan.
Peneliti memberikan obat baru tersebut kepada tikus percobaan selama lima pekan. Obat tersebut menghambat pergerakan sel kanker dan mencegahnya menyebar ke paru-paru, organ yang biasanya diserang kanker prostat pada lelaki.
Kemudian mereka melakukan penelitian lanjutan tentang kandungan racun yang terdapat di dalamnya, termasuk pada jaringan normal manusia. Hasil penelitian menemukan, bahwa obat yang dinamakan KBU2046 itu tidak mengandung racun, dan tidak menimbulkan efek berbahaya.
Raymond Bergan, profesor kedokteran di Sekolah Kedokteran Feinberg di Northwestern, mengatakan, obat tersebut bekerja dengan cara mengikat dan melumpuhkan kandungan protein di dalam sel kanker sehingga sel tersebut tidak dapat menyebar.
"Penemuan itu merupakan terapi baru yang sangat menjanjikan karena mampu mengunci sel-sel kanker prostat yang agresif, sehingga sel tersebut tidak dapat menyebar," imbuhnya.
Penyebaran kanker prostat, lanjut Bergan, merupakan faktor pembunuh bagi para lelaki. Sel kanker memiliki kemampuan untuk terus menyebar setiap saat. “Obat itu ternyata mampu mematikannya," katanya.
Para peneliti berharap obat tersebut akan dilakukan uji klinis. Dan, penelitian tersebut telah dipresentasikan di acara pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Penelitian Kanker 2012 di Chicago.
Peneliti dari Amerika Serikat, telah mengembangkan obat baru pencegah penyebaran sel kanker prostat pada manusia, tanpa menimbulkan pengaruh beracun terhadap jaringan normal tubuh.
Dalam penelitian tersebut, sejumlah peneliti Universitas Northwestern mencangkok sel kanker prostat pada manusia ke dalam jaringan prostat sejumlah tikus percobaan.
Peneliti memberikan obat baru tersebut kepada tikus percobaan selama lima pekan. Obat tersebut menghambat pergerakan sel kanker dan mencegahnya menyebar ke paru-paru, organ yang biasanya diserang kanker prostat pada lelaki.
Kemudian mereka melakukan penelitian lanjutan tentang kandungan racun yang terdapat di dalamnya, termasuk pada jaringan normal manusia. Hasil penelitian menemukan, bahwa obat yang dinamakan KBU2046 itu tidak mengandung racun, dan tidak menimbulkan efek berbahaya.
Raymond Bergan, profesor kedokteran di Sekolah Kedokteran Feinberg di Northwestern, mengatakan, obat tersebut bekerja dengan cara mengikat dan melumpuhkan kandungan protein di dalam sel kanker sehingga sel tersebut tidak dapat menyebar.
"Penemuan itu merupakan terapi baru yang sangat menjanjikan karena mampu mengunci sel-sel kanker prostat yang agresif, sehingga sel tersebut tidak dapat menyebar," imbuhnya.
Penyebaran kanker prostat, lanjut Bergan, merupakan faktor pembunuh bagi para lelaki. Sel kanker memiliki kemampuan untuk terus menyebar setiap saat. “Obat itu ternyata mampu mematikannya," katanya.
Para peneliti berharap obat tersebut akan dilakukan uji klinis. Dan, penelitian tersebut telah dipresentasikan di acara pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Penelitian Kanker 2012 di Chicago.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




