David Cameron
PM Inggris akan Kunjungi Myanmar
Senin, 9 April 2012 | 21:01 WIB
NLD menjadi oposisi utama di negara yang diperintah sipil namun didukung militer
Perdana Menteri Inggris David Cameron akan mengunjungi Myanmar pekan ini. Ini adalah kunjungan pertama pemimpin Barat, setelah berpuluh tahun Myanmar dikuasai junta militer.
Cameron akan bertemu dengan Presiden Thein Sein, di ibu kota Naypyidaw, Jumat. Selain itu akan bertemu dengan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi di Yangon pada hari yang sama.
"Ini adalah kunjungan sehari," kata seorang pejabat Myanmar yang tidak disebut namanya.
Rencana itu sudah dikonfirmasi namun jadwalnya masih diatur. Pembantu dekat Suu Kyi mengatakan bahwa peraih Nobel Perdamaian itu dipastikan akan bertemu dengan Cameron.
Suu Kyi yang dalam 22 tahun terakhir berada dalam tahanan rumah junta militer, meraih kursi parlemen pada pemilihan 1 April.
Pemilihan sela parlemen di Myanmar disambut positif oleh negara-negara Barat.
Partai National League for Democracy (NLD) pimpinan Suu Kyi, meraih 43 dari 44 kursi yang diperebutkan. NLD menjadi oposisi utama di negara yang diperintah sipil namun didukung militer.
Suu Kyi akan menduduki kursi parlemen efektif mulai 23 April.
Perdana Menteri Inggris David Cameron akan mengunjungi Myanmar pekan ini. Ini adalah kunjungan pertama pemimpin Barat, setelah berpuluh tahun Myanmar dikuasai junta militer.
Cameron akan bertemu dengan Presiden Thein Sein, di ibu kota Naypyidaw, Jumat. Selain itu akan bertemu dengan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi di Yangon pada hari yang sama.
"Ini adalah kunjungan sehari," kata seorang pejabat Myanmar yang tidak disebut namanya.
Rencana itu sudah dikonfirmasi namun jadwalnya masih diatur. Pembantu dekat Suu Kyi mengatakan bahwa peraih Nobel Perdamaian itu dipastikan akan bertemu dengan Cameron.
Suu Kyi yang dalam 22 tahun terakhir berada dalam tahanan rumah junta militer, meraih kursi parlemen pada pemilihan 1 April.
Pemilihan sela parlemen di Myanmar disambut positif oleh negara-negara Barat.
Partai National League for Democracy (NLD) pimpinan Suu Kyi, meraih 43 dari 44 kursi yang diperebutkan. NLD menjadi oposisi utama di negara yang diperintah sipil namun didukung militer.
Suu Kyi akan menduduki kursi parlemen efektif mulai 23 April.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




