Pansel Pastikan Tidak Ada Calon Penasihat KPK dari Parpol
Jumat, 3 Maret 2017 | 09:54 WIB
Jakarta- Panitia Seleksi (Pansel) calon Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sudah menerima lebih dari 3.000 orang pendaftar. Dari jumlah tersebut, Pansel memastikan tidak ada yang berlatar belakang partai politik (parpol). Hal ini sejalan dengan syarat untuk menjadi penasihat KPK, yakni tidak terkait partai politik tertentu.
"Ya, salah satu persyaratannya itu (asal parpol) memang tidak bisa," kata Ketua Pansel Penasihat KPK, Imam Prasodjo di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/3).
Imam mengapresiasi para pendaftar yang mencapai lebih dari 3.000 pendaftar. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menjadi Penasihat KPK. "Belum pernah saya jadi pansel yang pendaftarnya begitu banyak. Walaupun tentu banyak yang tidak qualified, artinya tidak memenuhi persyaratan, tapi antusiasmenya luar biasa. Mana ada orang ingin menjadi penasihat KPK sampai ribuan. Artinya kan banyak orang yang pingin jadi penasihat," katanya.
Meski demikian, Imam memastikan, pihaknya akan menyeleksi secara ketat ribuan pelamar ini. Para calon akan menjalani serangkaian seleksi hingga hanya terpilih delapan calon untuk diserahkan kepada pimpinan KPK. Nantinya, dari delapan nama tersebut, pimpinan KPK memilih empat orang yang duduk di kursi dewan penasihat.
"Kita ada macam-macam tes. Tes integritas, kaitannya dengan kapasitas dia, diukur kemampuan yang memang kita miliki. Tes leadership untuk mengetahui seberapa jauh orang ini bisa terlibat dalam kepemimpinan KPK. Dalam kaitannya dengan berjejaring sampai independensi dia. Karena KPK bukan lembaga partisan sehingga dia harus betul-betul independen tidak terombang-ambing oleh kepentingan," paparnya.
Imam menambahkan, dalam seleksi ini, pihaknya mendorong partisipasi publik yang besar. Dengan demikian, diharapkan empat penasihat yang terpilih nantinya mampu menjadi jembatan antar KPK dengan masyarakat. "Sehingga ke depan KPK tidak hanya berkecimpung dengan dunianya sendiri, tapi juga efektif menjaring komunikasi dengan dunia luar. Itu kemampuan-kemampuan berjejaring yang kemudian bisa kita dapat," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




