Salahkan Bush

Rancangan Ekonomi Obama dan Romney Kurang Dipercaya Rakyat

Selasa, 10 April 2012 | 16:51 WIB
XS
B
Penulis: Xinhua/ Entin Supriati | Editor: B1
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendengarkan Presiden Brasil Dilma Rousseff dalam konferensi pers bersama di Ruang Ova, Gedung Putih, Washington DC (9/4). Hasil jajak pendapat menunjukkan rakyat Amerika Serikat, lebih percaya kemampuan ekonomi mereka sendiri daripada rancangan Obama ataupun Mitt Romney
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendengarkan Presiden Brasil Dilma Rousseff dalam konferensi pers bersama di Ruang Ova, Gedung Putih, Washington DC (9/4). Hasil jajak pendapat menunjukkan rakyat Amerika Serikat, lebih percaya kemampuan ekonomi mereka sendiri daripada rancangan Obama ataupun Mitt Romney (AFP)
Pemilik suara menyalahkan kebijakkan Bush atas kesulitan ekonomi saat ini

Sebagian besar pemilih di Amerika Serikat lebih percaya kekuatan ekonomi mereka sendiri, daripada rancangan Presiden Barack Obama ataupun calon presiden dari Partai Republik Mitt Romney.

Jajak pendapat yang dilakukan Rasmussen reports memperlihatkan 29 persen pemilik suara Amerika Serikat, percaya bahwa presiden dapat membawa kebaikan ekonomi.

Sebanyak 18 persen lainnya mempercayai hal itu kepada Mitt Romney.

Namun sebanyak 65 persen pemilik suara percaya bahwa mereka yakin dengan kemampuan ekonomi sendiri .

Hasil jajak pendapat itu mengindikasikan bahwa Romney, yang menyebut dirinya sendiri sebagai kandidat yang dari kalangan pebisnis yang memiliki kekuatan, tidak akan bebas dari isu ekonomi.

Digaris bawahi bahwa Republik tidak akan lebih baik menghentikan resesi, dimana sebagian pemilik suara menyalahkan hal itu sebagai peninggalan George W. Bush.

"Republik yakin mereka bagus untuk menangani masalah ekonomi," kata Steven Kull, direktur program kebijakkan internasional dari Maryland University.

Dalam jajak pendapat Rasmussen bulan lalu, terlihat bahwa pemilik suara menyalahkan kebijakkan Bush atas kesulitan ekonomi saat ini.

Survey yang dilakukan melalui telepon memperlihatkan bahwa 48 persen masih tetap menyalahkan pemerintahan Bush atas resesi saat ini.

Sebanyak 46 persen menyalahkan kebijakkan Obama.

Sementara Romney terlihat seperti akan meneruskan kebijakkan Bush.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon