Salahkan Bush
Rancangan Ekonomi Obama dan Romney Kurang Dipercaya Rakyat
Selasa, 10 April 2012 | 16:51 WIB
Pemilik suara menyalahkan kebijakkan Bush atas kesulitan ekonomi saat ini
Sebagian besar pemilih di Amerika Serikat lebih percaya kekuatan ekonomi mereka sendiri, daripada rancangan Presiden Barack Obama ataupun calon presiden dari Partai Republik Mitt Romney.
Jajak pendapat yang dilakukan Rasmussen reports memperlihatkan 29 persen pemilik suara Amerika Serikat, percaya bahwa presiden dapat membawa kebaikan ekonomi.
Sebanyak 18 persen lainnya mempercayai hal itu kepada Mitt Romney.
Namun sebanyak 65 persen pemilik suara percaya bahwa mereka yakin dengan kemampuan ekonomi sendiri .
Hasil jajak pendapat itu mengindikasikan bahwa Romney, yang menyebut dirinya sendiri sebagai kandidat yang dari kalangan pebisnis yang memiliki kekuatan, tidak akan bebas dari isu ekonomi.
Digaris bawahi bahwa Republik tidak akan lebih baik menghentikan resesi, dimana sebagian pemilik suara menyalahkan hal itu sebagai peninggalan George W. Bush.
"Republik yakin mereka bagus untuk menangani masalah ekonomi," kata Steven Kull, direktur program kebijakkan internasional dari Maryland University.
Dalam jajak pendapat Rasmussen bulan lalu, terlihat bahwa pemilik suara menyalahkan kebijakkan Bush atas kesulitan ekonomi saat ini.
Survey yang dilakukan melalui telepon memperlihatkan bahwa 48 persen masih tetap menyalahkan pemerintahan Bush atas resesi saat ini.
Sebanyak 46 persen menyalahkan kebijakkan Obama.
Sementara Romney terlihat seperti akan meneruskan kebijakkan Bush.
Sebagian besar pemilih di Amerika Serikat lebih percaya kekuatan ekonomi mereka sendiri, daripada rancangan Presiden Barack Obama ataupun calon presiden dari Partai Republik Mitt Romney.
Jajak pendapat yang dilakukan Rasmussen reports memperlihatkan 29 persen pemilik suara Amerika Serikat, percaya bahwa presiden dapat membawa kebaikan ekonomi.
Sebanyak 18 persen lainnya mempercayai hal itu kepada Mitt Romney.
Namun sebanyak 65 persen pemilik suara percaya bahwa mereka yakin dengan kemampuan ekonomi sendiri .
Hasil jajak pendapat itu mengindikasikan bahwa Romney, yang menyebut dirinya sendiri sebagai kandidat yang dari kalangan pebisnis yang memiliki kekuatan, tidak akan bebas dari isu ekonomi.
Digaris bawahi bahwa Republik tidak akan lebih baik menghentikan resesi, dimana sebagian pemilik suara menyalahkan hal itu sebagai peninggalan George W. Bush.
"Republik yakin mereka bagus untuk menangani masalah ekonomi," kata Steven Kull, direktur program kebijakkan internasional dari Maryland University.
Dalam jajak pendapat Rasmussen bulan lalu, terlihat bahwa pemilik suara menyalahkan kebijakkan Bush atas kesulitan ekonomi saat ini.
Survey yang dilakukan melalui telepon memperlihatkan bahwa 48 persen masih tetap menyalahkan pemerintahan Bush atas resesi saat ini.
Sebanyak 46 persen menyalahkan kebijakkan Obama.
Sementara Romney terlihat seperti akan meneruskan kebijakkan Bush.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




