Mengenali Penyebab Gigi Sensitif
Selasa, 4 April 2017 | 14:46 WIB
Jakarta - Kondisi gigi sensitif biasanya terjadi pada usia produktif. Meski demikian, ada beberapa penyebab utamanya.
Dokter Gigi Spesialis Konsultan Konservasi Gigi, drg Diatri Nari Ratih MKes hD SpKG (K), menjelaskan, permasalahan gigi sensitif tidak dapat diselesaikan tanpa memahami penyebabnya dengan baik.
Berbagai faktor yang paling sering menyebabkan gigi sensitif adalah kesalahan pada cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, seperti menyikat gigi yang terlalu keras sehingga menyebabkan abrasi, penyakit gusi yang diakibatkan kurangnya kebersihan rongga mulut.
"Serta, kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism dan abfraksi). Sayangnya, hal ini biasanya tidak disadari oleh sang penderita. Biasanya yang tahu adalah suani atau istrinya yang merupakan teman tidurnya," ungkap drg Diatri di sela peluncuran Pepsodent Sensitive Expert Serum Repair 5 di Jakarta, Selasa (4/4).
Drg Diatri menambahkan terjadinya gigi sensitif melalui dua fase yaitu lesi lokalisasi dan lesi inisiasi. Pada fase lesi lokalisasi, lapisan luar gigi (email) hilang, sehingga membuat dentin terekspos oleh rangsangan luar.
"Setelah fase lokalisasi, maka inisiasi dimulai yaitu hilangnya lapisan pelindung dan menyebabkan paparan sampai ke saluran dentin pada bagian yang lebih dalam (tubuli dentin)," kata dia.
Menurut Drg Diatri, gigi sensitif dapat kita antisipasi dengan memerhatikan kebersihan gigi dan mulut, serta mengurangi kebiasaan konsumsi makanan atau minuman asam yang dapat memperparah kondisi gigi sensitif.
"Untuk solusi yang lebih efektif, pasien dapat mengombinasikan penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif dengan produk perawatan gigi sensitif lainnya yang dapat digunakan setiap saat dengan kandungan aktif yang bekerja lebih efektif," imbuh drg Diatri.
Division Head for Well-being and Proffesional Instituion Unilever Foundation, drg Ratu Mirah Afifah GCClunDent MDSc, mengatakan, hal itu sesuai dengan hasil penelitian Pepsodent Sensitive Expert secara in vivo kombinasi penggunaan pasta gigi Pepsodent Sensitive Expert dan Serum Intense Repair 5, selama 8 minggu terbukti dapat mengurangi rasa ngilu tiga kali lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pasta gigi flouride biasa.
drg Mirah menambahkan kombinasi tersebut juga membantu memperkuat email yang mengalami erosi hingga 73 persen setelah 4 kali pemakaian. Serum Intense Repair 5 merupakan serum leave on yang akan membentuk lapisan pelindung pada dentin yang terbuka dan mengurangi aliran cairan dalam tubuli dentin sehingga mengurangi rasa ngilu. Indikator penyakit gusi yaitu gusi bengkak, berdarah dan indeks plak menurun setelah kombinasi pemakaian pasta gigi Pepsodent Sensitive Expert dan Serum Intense Repair 5 selama 13 dan 26 minggu.
"Dengan demikian, masyarakat Indonesia dapat kembali menikmati kualitas hidup dengan menikmati berbagai makanan dan minuman favorit tanpa khawatir terganggu permasalahan gigi sensitif," tambahnya.
Drg Mirah mengatakan, hal ini dikarenakan kombinasi bahan aktif Hydroxyapetite (HAP) yang sama persis dengan molekul utama pembentuk gigi, Potassium Sitrat, Zinc Sulfate dan Flouride Pepsodent Sensitive Expert Serum Intense Repair 5 terbukti efektif meredakan rasa ngilu, membantu memperbaiki email gigi yang terkikis dan area gigi sensitif, membentuk lapisan perlindungan untuk gigi sensitif, membantu mengurangi masalah gusi, dan membantu menjaga kesehatan gusi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




