Peringati Hari Air Sedunia, Warga Ruteng Gelar Misa Syukur
Jumat, 7 April 2017 | 08:05 WIB
Ruteng - Peringatan Hari Air Sedunia setiap 22 Maret juga dilakukan warga Ruteng, Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menggelar misa khusus. Misa dipimpin Uskup Ruteng, Mgr Hubert Leteng Pr.
Ketua Pusat Sosial Ekonomi Keuskupan Ruteng, RD Beny Jaya, dalam pengantar misa khusus yang digelar di sumber mata air Wae Po,ong Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, Kamis (6/4), mengatakan perayaan ini digelar untuk menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih, sekaligus usaha penyadaran untuk mengelola air bersih secara berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri, antara lain Kepala PDAM Tirta Komodo, Kelemes Man bersama seluruh staf, Ketua Dewan Pastoral Paroki Katerdal Ruteng, Yusran Erlan, perwakilan Kodim 1612 Manggarai dan Polres Manggarai, Kepala Satpol PP, Lamber Sahe, perwakilan biarawan dan biarawati di Ruteng, serta warga kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong.
Dalam budaya Manggarai, lanjut Beny Jaya, air merupakan komponen penting dalam kehidupan. Setiap tahun masyarakat menggelar perayaan syukur yang disebut dengan penti. Kegiatan itu digelar di lokasi mata air dengan melakukan ritual barong wae (persembahan untuk air). Ritual itu dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas air yang sudah dinikmati, sekaligus memohon agar Tuhan selalu memberikan air untuk manusia.
"Air adalah komponen utama adanya kehidupan di muka bumi ini. Mari tingkatkan penghargaan terhadap air dengan tidak berlaku semena-mena terhadap air di mana pun adanya. Tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah, atau berlaku boros dalam penggunaan air tanah, utamanya air bersih yang dikonsumsi" katanya.
Sedangkan Uskup Hubert Leteng dalam khotbahnya meminta umat melaksanakan gerakan cinta air. Air yang keluar di kebun atau tanah milik pribadi, haruslah diatur sedemikian rupa, bukan saja untuk kepentingan pribadi dan keluarga, tetapi untuk semua orang.
"Sedapat mungkin usaha privatisasi air harus dihapuskan dalam hidup bersama. Air disediakan oleh Allah untuk kebutuhan semua makhluk. Tidak ada air untuk orang kafir ataupun untuk orang beriman. Air mesti selalu tersedia dan digunakan untuk semua orang, siapa saja dan bukan hanya untuk orang tertentu berdasarkan batasan apa saja," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




