2016, Prudential Bukukan Premi Rp 26,5 T
Kamis, 20 April 2017 | 12:30 WIB
JAKARTA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) pada 2016 membukukan pendapatan premi sebesar Rp 26,5 triliun. Meskipun pencapaian tersebut tidak berbeda jauh dari perolehan premi tahun sebelumnya, premi perseroan tersebut berkontribusi sekitar 16% dari total premi industri asuransi jiwa yang sebesar Rp 167,04 triliun.
Direktur Utama Prudential Indonesia Jens Reisch mengatakan, perolehan premi tahun lalu tersebut mayoritas berasal dari premi berkala atau jangka panjang. Meski pertumbuhannya tidak berbeda jauh dari tahun sebelumnya, bisnis perseroan menunjukkan pertumbuhan di kawasan perdesaan.
Untuk klaim, dia mengatakan, perseroan membayarkan klaim sebesar Rp 9,9 triliun atau meningkat 8,7% dari klaim tahun 2015 yang sebesar Rp 9,1 triliun. Klaim tersebut berkontribusi 10% dari klaim industri asuransi jiwa. Sementara itu, total polis aktif mencapai 3,4 juta tahun 2016.
"Kami tidak fokus ke single premium, jadi mayoritas lebih ke premi yang sifatnya jangka panjang (premi berkala). Sementara itu, jumlah klaim hampir mencapai Rp 10 triliun atau 10% dari klaim yang dibayar dari industri asurasi jiwa," ujar Reisch pada acara paparan kinerja perseroan tahun 2016, Jakarta, Selasa (18/4).
Meskipun pendapatan premi tahun 2016 tidak berbeda jauh dengan tahun 2015, Reisch tetap optimistis pada tahun ini. Pasalnya bisnis perseroan menguat di berbagai daerah plural seperti Bandung, Surabaya, dan Jakarta. Meskipun begitu, agen atau tenaga pemasar Prudential sudah tersebar di 160 kota di Indonesia, dengan jumlah agen hingga 2016 sebanyak 260 ribu agen, serta bekerja sama dengan 56 rumah sakit di Indonesia untuk memberikan pelayanan klaim kepada nasabah.
Dari sisi pendapatan investasi, Chief Investment Officer Prudential Indonesia John Oehmke menjelaskan, pendapatan investasi perseroan sebesar Rp 5,2 triliun hingga akhir 2016. Dana kelolaan meningkat 20,8% menjadi Rp 54,5 triliun per Desember 2016 dibanding tahun sebelumnya Rp 45,1 triliun. Oehmke juga mencatat aset perseroan tahun lalu sebesar Rp 64,2 triliun atau meningkat 14,8% dari tahun 2015 yang sebesar Rp 55,9 triliun.
"Seluruh dana investasi sebesar Rp 5,2 triliun memberikan hasil positif. Selain itu, tahun lalu kami meluncurkan dua dana investasi baru, yaitu Rupiah Value Discovery Fund dan Syariah Pasific Fund," tambah Oehmke. (c02)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




