Pelarian Tahanan Rutan Sialang Direncanakan

Senin, 8 Mei 2017 | 10:11 WIB
ES
AB
Penulis: Erwin C Sihombing | Editor: AB
Tahanan yang berhasil ditangkap menatap keluar jendela di Rutan Sialang Bungkuk Kelas 2B Pekanbaru, Riau, 5 Mei 2017.
Tahanan yang berhasil ditangkap menatap keluar jendela di Rutan Sialang Bungkuk Kelas 2B Pekanbaru, Riau, 5 Mei 2017. (Antara/FB Anggoro)

Jakarta - Dirjen Pemasyarakatan (Pas) Kemkumham I Wayan K Dusak meyakini pelarian ratusan penghuni Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, telah direncanakan, kendati laporan yang diterimanya menyebut hal itu merupakan tindakan spontan.

"Belum tahu sebab utama apakah direncanakan atau tidak. Berdasarkan laporan mereka melakukannya karena spontanitas, tetapi saya yakin direncanakan," kata Dusak saat konferensi pers di Kantor Ditjen Pas, Kemkumham, Jakarta, Jumat (5/5).

Dusak menyebutkan kaburnya penghuni rutan yang terdiri dari tahanan dan narapidana terjadi menjelang ibadah salat Jumat. Sekitar pukul 11.00 WIB para tahanan menyerang hingga ke depan pintu utama dan ratusan orang menjebol pintu kanan. Pemicunya, antara lain tindakan protes penghuni rutan agar kepala pengamanan diganti.

"Barusan saya cek kondisi belum stabil karena penghuni belum masuk ke ruangannya masing-masing. Ada kerusakan gembok dan engsel yang rusak, saya sudah minta diganti dengan yang baru. Suplai makanan juga telah dilakukan. Saya berkomunikasi dengan kapolda untuk melakukan tindakan persuasif," ujarnya.

Disebutkan, jumlah penghuni ‎Rutan Sialang mencapai 1.870 orang dari kapasitas 561 orang. Para penghuni terdiri dari 76 orang kasus korupsi, 421 kasus narkoba, 14 orang kasus illegal loging, dan 1.359 orang pidana umum.

Sedangkan, jumlah pegawai rutan hanya 54 orang yang terdiri dari 42 pria dan 12 wanita. Terdapat empat pejabat struktural dan 24 orang di bidang pengamanan yang dibagi dalam setiap regu beranggotakan enam orang. Sisanya di bidang pembinaan terdapat lima orang, tiga orang di bidang kesehatan, lima orang bidang pengelolaan dan empat orang pegawai sebagai staf rutan.

Sejauh ini, pihaknya dibantu aparat TNI dan Polri telah berhasil menangkap 149 orang. Mereka ditempatkan di lapas dewasa dan anak untuk sementara sebelum dilakukan pemeriksaan formal.

"‎Karena kondisi baik yang diperiksa maupun yang memeriksa belum kondusif, kita simpan dulu mereka. Mungkin besok kita lakukan pemeriksaan terkait mengapa itu bisa terjadi dan bagaimana mereka melakukan itu," ujar Dusak.

Selain terhadap mereka yang berhasil ditangkap, pihaknya juga belum mengadakan pemeriksaan terhadap pegawai. Namun dia menekankan akibat insiden tersebut, baik para tahanan maupun petugas, banyak yang mengalami luka-luka. Bahkan ada petugas yang sempat disandera sebelum berhasil diselamatkan aparat TNI.

"Malam ini kami sudah mengirimkan tim dan direktur keamanan kami ke sana untuk investigasi dan bisa diambil langkah selanjutnya. Mengamankan kondisi di dalam setelah itu kita mengambil tindakan yang diperlukan," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon