GDC Tak Cemas Maraknya Hunian Vertikal

Senin, 8 Mei 2017 | 15:59 WIB
IM
B
Penulis: Imam Muzakir | Editor: B1
Grand Depok City, Depok, Jawa Barat meluncurkan klaster New Anggrek 2. Hunian tapak ini dibanderol berkisar Rp 800 juta hingga Rp 1,3 miliar per unit.
Grand Depok City, Depok, Jawa Barat meluncurkan klaster New Anggrek 2. Hunian tapak ini dibanderol berkisar Rp 800 juta hingga Rp 1,3 miliar per unit. (istimewa)

DEPOK- Maraknya pembangunan hunian vertikal di Depok, Jawa Barat tak membuat cemas pengembang Grand Depok City (GDC), PT Sanubari Mandiri Realtindo (SMR Group). GDC adalah proyek hunian tapak seluas 350 hektare (ha) yang terletak di kota Depok.

"Mayoritas konsumen di Depok masih memilih rumah tapak, yakni sekitar 60% dan pembeli 40% memilih vertikal," kata General Manager Project GDC Tony Hartono, di Depok, Minggu (7/5).

Karena itu, tambah dia, maraknya pembangunan apartemen di Depok tidak terlalu berpengaruh bagi bisnis rumah tapak. Depok menjadi pilihan banyak orang, terutama bagi mereka yang bekerja di Jakarta.

"Dengan ketersediaan hunian dan fasilitas pendukung seperti transportasi umum, sekolah, rumah sakit, kantor administrasi, pusat jajanan dan pusat perbelanjaan, membuat kota Depok menjadi pilihan bagi para pasangan muda dan usia produktif," kata dia.

Terkait hal itu, tutur Tony, GDC meluncurkan klaster New Anggrek II sebanyak 400 unit. Hunian yang ditawarkan mulai dari tipe 37 hingga 78 dengan luas tanah 120 meter persegi. Harga hunian itu berkisar 600 juta hingga Rp 1,3 miliar per unit.

"Sedangkan untuk sarana komersial di jual mulai dari Rp 1,2 miliar hingga sampai Rp4 miliar perunit," jelas Tony.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon