PDIP Siapkan Tiga Skenario untuk Pilkada Jatim
Minggu, 11 Juni 2017 | 21:16 WIB
Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan bahwa pihaknya menyiapkan tiga skenario pilihan untuk menghadapi Pilkada Jawa Timur 2018. Hasto mengakui bahwa Pilkada Jatim merupakan salah satu pilkada yang bisa menggambarkan pemilu 2019.
"Karena itu, kami menyiapkan tiga pilihan atau opsi untuk menentukan kandidat mana yang akan diusung oleh PDI Perjuangan," ujar Hasto saat menanggapi hasil survei lembaga Poltracking Indonesia yang bertajuk "Menakar Kandidat Potensial Gubernur-Wakil Gubernur Jatim 2018" di Hotel Morrissey, Jl. K.H. Wahid Hasyim No.70, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/6).
Opsi pertama, kata Hasto adalah mengusung Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai Calon Gubernur. Gus Ipul, kata dia maju bersama wakil dari kader PDI Perjuangan.
"Gus Ipul ini adalah wagub dua periode dan sekarang menjadi kandidat terkuat, selain Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini), Bu Khofifah (Mensos Khofifah Indar Parawansa) dan Pak Azwar Anas (Bupati Banyuwangi)," ungkap dia.
Opsi kedua, lanjut Hasto adalah mengusung Gus Ipul yang bergandengan dengan kepala daerah yang berprestasi. Kombinasi tersebut, menurut dia, bisa menjadi kombinasi yang menang dan kuat untuk memimpin Jatim.
"Opsi ketiga kami mendorong kader sendiri untuk maju sebagai calon gubernur. Tentu saja kader-kader yang punya kinerja baik dan berprestasi," tutur dia.
Hasto menegaskan bahwa situasinya masih cari dan posisi semua tokoh masih sama, belum ada yang diistimewakan untuk menjadi cagub dari PDI Perjuangan. Namun, untuk Pilkada Jatim, kata dia pihaknya harus membangun komunikasi intens dengan NU dan PKB.
"Kita tahu bahwa kaum Nahdliyin dengan organisasi NU-nya sangat berperan penting dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat di Jatim. Karena itu, kami akan terus membangun komunikasi dan mendengar suara dari kaum Nahdliyin," tandas dia.
Lebih lanjut, Hasto mengatakan bahwa PDIP kemungkinan besar akan berkoalisi dengan PKB yang sudah mendeklarasikan Gus Ipul sebagai Cagub. Apalagi, kata dia, dari aspek sejarah, PDIP dan PKB pernah berjuang bersama mengubah bangsa dari rezim otoriter Orde Baru.
"Kami dekat dari kesejarahan yang tak lepas dari peran Ibu Mega dan Gus Dur yang bareng-bareng untuk merubah bangsa dari rezim otoriter orde baru. Kesejarahan ini mendorong kami di Jawa Timur lebih dekat dan nyaman (berkoalisi) dengan PKB," pungkas dia.
Sebagaimana diketahui, hasil survei Poltracking menyebutkan bahwa kandidat terkuat di Pilkada Jatim adalah Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebesar 32,29 persen, disusul Tri Rismaharini (27,08 persen), Khofifah Indar Parawansa (19,11 persen), dan Abdullah Azwar Anas (8,47 persen).
Empat figur ini mencuat dari hasil survei Poltracking Indonesia pada 19 Mei sampai 25 Mei 2017 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah responden 800 orang dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




