Batan Kenalkan Teknologi Nuklir kepada 1.000 Anak Yatim

Kamis, 15 Juni 2017 | 19:45 WIB
AR
FH
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: FER
Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto
Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto (Suara Pembaruan/ Ari Supriyanti Rikin)

Jakarta - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengenalkan teknologi nuklir kepada 1.000 anak yatim dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cikarang. Pengenalan nuklir sejak usia dini diharapkan memperkaya pengetahuan anak-anak terkait manfaat dan keunggulan iptek nuklir.

Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto, mengatakan, melalui acara ini pihaknya fokus mengenalkan nuklir pada usia dini. Dengan begitu, lanjut dia, di masa depan kelak anak-anak memahami teknologi nuklir dan tidak hanya untuk energi tetapi juga non energi.

"Dengan begitu mindset dari kecil terbentuk ternyata nuklir banyak manfaatnya dan kita cerdas berteknologi," kata Djarot di sela-sela acara Semesta Ramadhan Nuklir Sahabat Kita di kawasan Pasar Jumat, Jakarta, Kamis (15/6).

Acara yang bertema Ayo Cerdas Berteknologi ini kali pertama dilaksanakan Batan bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan ESQ. Acara ini melibatkan anak-anak yatim, dhuafa dan disabilitas.

Djarot menambahkan, anak-anak antusias ketika diberikan informasi seputar teknologi nuklir yang dapat dikembangkan di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, lingkungan, industri dan energi. "Diharapkan anak-anak juga termotivasi menjadi peneliti," ujarnya.

Dalam acara itu, anak-anak juga diajak dalam permainan edukasi seperti mendeteksi sumber radiasi nuklir dan mengenal beberapa alat peraga teknologi nuklir.

Ketua Konsorsium Baterai Lithium Nasional, Evvy Kartini, mengungkapkan, dalam kesempatan ini selain diberi santunan, anak-anak juga dibekali teknologi. Salah satunya dengan merangkai listrik dari baterai sehingga bisa menyalakan lampu.

Peneliti senior Batan ini juga mengungkapkan, saat ini pihaknya terlibat dalam konsorsium baterai lithium nasional bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan sejumlah perguruan tinggi.

"Saat ini, Batan telah melakukan riset baterai untuk mengisi ponsel (power bank) dengan memaksimalkan iptek dan teknik nuklir dengan konduktivitas dan kapasitas baterai lebih optimal," kata Evvy.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon