Jelang Idul Fitri, Masjid Ahmadiyah Dilempari Telur

Sabtu, 24 Juni 2017 | 16:02 WIB
AM
FB
Penulis: Adi Marsiela | Editor: FMB
Ilustrasi Jemaah Ahmadiyah
Ilustrasi Jemaah Ahmadiyah (Beritasatu.com)

Bandung - Intimidasi dan teror kembali menimpa Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). Teror kali ini berupa pelemparan telur dan cat ke Masjid Al Hidayah, Sawangan, Depok pada Sabtu, 24 Juni 2017 dini hari. Akibat kejadian ini, 500-an anggota JAI Depok terancam tidak bisa menggelar salat Ied di tempat yang sama pada perayaan Idul Fitri.

Juru bicara Jemaah Ahmadiyah Indonesia, Yendra Budiana memaparkan, teror itu dilakukan oleh orang tidak dikenal. Mereka menggunakan empat sepeda motor mengelilingi masjid dan melemparkan cat dan telor ke sekitar masjid. "Setelah itu memasang spanduk yang isinya menolak salat ied atas nama masyarakat Sawangan. Tidak ada korban dalam kejadian teror ini," ujar Yendra ketika dihubungi dari Bandung, Sabtu (24/6).

Bekas-bekas pelemparan cat dan telor itu tersisa di bagian depan, samping kiri, dan belakang masjid yang biasanya digunakan beribadah oleh 200 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa ini.

Pengelola masjid, sambung Yendra, melaporkan kejadian teror ini kepada polisi. Untuk kegiatan salat Ied, mereka belum memutuskan apakah jadi digelar atau tidak. "Kita lihat respon dari polisi dulu," tutur Yendra yang sama sekali tidak memahami motif atau latar belakang dari teror tersebut.

Tim Pembela Kebebasan Sipil mengutuk keras teror tersebut. Berdasarkan penelusuran dan pencarian keterangan oleh tim, para pelaku itu meninggalkan lokasi kejadian dengan sepeda motor ke Jalan Parung Bingung. "Spanduk penolakan terhadap Jemaah Ahmadiyah dipasang tidak jauh dari masjid," kata Asep Komarudin dari Tim Pembela Kebebasan Sipil dalam surat elektroniknya.

Menurut Asep, pelaku teror punya kemampuan terkait penguasaan lokasi. Pelaku juga menyasar alat pengintai atau kamera CCTV yang terpasang di beberapa titik lokasi masjid. "Pelaku berusaha menghilangkan alat bukti berupa perekaman atas tindakan pidana yang mereka lakukan dengan melempari kamera CCTV dengan telur sehingga kamera tersebut tidak berfungsi maksimal," tutur Asep yang masih terus mendalami motif atas teror tersebut.

Namun demikian, Asep tidak menampik jika teror itu berkaitan dengan kegiatan penyegelan kembali Masjid Al Hidayah oleh Pemerintah Kota Depok pada 3 Juni 2017, serta penggeledahan dan penyitaan properti milik Jamaah Ahmadiyah Indonesia Depok oleh penyidik dari Kepolisian Resor Depok.

Dua peristiwa itu kemudian memunculkan dukungan sekelompok orang yang mengadakan siaran pers dengan menyatakan dukungan penyegelan kembali mesjid Al Hidayah.

Peristiwa lainnya adalah didaftarkannya gugatan hukum oleh salah satu organisasi hak asasi manusia (Yayasan Satu Keadilan). Gugatan ini ditujukan kepada Wali Kota Depok dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok serta pihak lainnya selaku tergugat atas penyegelan Mesjid Al Hidayah.

"Aksi teror ini menodai kesucian bulan Ramadan dan peringatan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Polisi harus mampu memberi jaminan perlindungan kepada jemaah ahmadiyah untuk ibadah salat Ied. Pelaku teror harus diusut serta diungkap motifnya," tegas Asep.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon