Angka Kematian Ibu di Indonesia Dinilai Masih Tinggi

Rabu, 12 Juli 2017 | 13:06 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Kegiatan GE  Healthcare
Kegiatan GE Healthcare "Heroines of Health" di Jakarta, Rabu, 12 Juli 2017. (Beritasatu Photo/Indah Handayani)

Jakarta - Level kesehatan setiap negara salah satunya diukur melalui angka kematian ibu karena kehamilan, melahirkan, dan nifas. Sayangnya, di Indonesia angka kematian pada ibu masih sangat tinggi setiap tahunya.

Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemkes), Dr Eni Gustina MPH, mengatakan, data yang diperoleh pada 2016, angka kematian ibu karena melahirkan, kehamilan, dan nifas telah mencapai 4.912 kasus di Indonesia. Sedangkan pada 2014 sebesar 4.525 kasus dan 2015 mencapai 4.890 kasus.

"Jika dirata-ratakan perbulan kematian Ibu di Indonesia mencapai 400 kasus. Angka itu setara dengan penumpang satu pesawat boing meninggal setiap bulannya," ungkap Dr Eni di sela konferensi pers GE Healthcare 'Heroines of Health' di Jakarta, Rabu (12/7).

Menurut dr Eni, kematian ibu karena melahirkan, kehamilan, dan nifas terjadi disaat mereka berada di lingkungan atau rumah, di perjalanan saat mendapatkan pertolongan untuk melahirkan. Serta, di puskesmas atau rumah sakit. Dari ketiga tempat tersebut, kematian ibu di rumah sakit peling terbanyak. Hal itu lebih karena terlambatnya mereka mendapatkan penangan di rumah sakit.

Kebanyakan dari para ibu tersebut sebagian besar disebabkan kurangnya pengetahuan bahwa kehamilan adalah sebuah resiko walaupun disisi lain kehamilan juga merupakan hal fisiologis bagi wanita.

"Hal itu mengingat tingkat pendidikan di Indonesia baru mencapai 8,2 tahun. Bisa dibilang masih banyak yang belum bersekolah," ujar Dr Eni.

Tidak hanya itu, lanjut dia, kematian ibu karena melahirkan, kehamilan, dan nifas terjadi karena masih banyak daerah di pelosok Tanah Air yang memerlukan fasilitas dan tenaga kesehatan memadai untuk melayani masyarakat lebih intens.

Menghadapi masalah itu, Dr Eni menegaskan pemerintah secara bertahap menyediakan fasilitas dan tenaga kesehatan di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, agar dapat mengurangi angka kematian ibu hamil dan melahirkan tersebut.

"Untuk itu, saat ini kami juga melibatkan para kader kesehatan dan peran serta masyarakat di pelosok dalam mengurangi angka kematian ibu hamil dan melahirkan," jelas dia.

Hal itu yang telah dilakukan oleh Salah seorang kader kesehatan Rohani Daeng Tene asal Desa Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Rohani Dg Tene adalah seorang sukarelawan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan ibu dan anak.

Rohani terpilih berdasarkan dedikasinya selama lebih dari 20 tahun untuk meningkatkan kesehatan masyarakat terutama ibu hamil selama pemeriksaan berkala setiap bulan. Serta, ketika akan melahirkan dengan mendampingi mereka untuk menjangkau Puskesmas terdekat yang berjarak 2 kilometer dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 1 jam.

Rohani menambahkan, dirinya terdorong untuk membantu para ibu hamil karena memahami besarnya resiko yang mereka hadapi baik selama kehamilan, saat melahirkan, dan pasca melahirkan.

"Saya berharap dengan mengingatkan mereka untuk periksa berkala dan mendampingi saat melahirkan, angka kematian ibu hamil di lingkungan saya akan semakin berkurang," ucap Rohani.

Mengetahui ketulusan dan upaya yang dilakukan Rohani, Country Manager GE Healthcare Indonesia, Haris Izmee, mengatakan, pihaknya bersama dengan Women in Global Health, sebuah inisiatif yang mengupayakan kesetaraan gender di industri kesehatan global, berkolaborasi dalam rangka mengapresiasi peran perempuan dalam industri kesehatan, melalui penghargaan Heroines of Health' yang diadakan perdana pada tahun ini.

"Telah terpilih 13 perempuan dari 11 negara yang membuktikan kontribusi signifikan untuk meningkatkan kesehatan di komunitasnya dan salah satunya adalah dari Indonesia, Rohani Dg Te'ne yang berasal dari Desa Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan," paparnya.

Haris menambahkan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Melalui 'Heroines of Health', pihaknya ingin mengangkat upaya tak kenal lelah dan pencapaian yang dilakukan para perempuan penerima penghargaan ini dan meningkatkan keterlibatan perempuan dalam industri kesehatan.

"Kami sangat bangga karena Ibu Rohani, yang mewakili Indonesia, terpilih Menjadi salah satu sosok yang dinilai memiliki kontribusi tinggi terhadap industri kesehatan, Terrutama kesehatan ibu dan anak," tutup dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon