Ketua FKDT: Jangan Pilih Politisi yang Tidak Mendukung Madrasah

Jumat, 21 Juli 2017 | 21:37 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Ketua DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Lukman Hakim berorasi di depan ribuan santri di degan kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, 21 Juli 2017. Mereka menuntut aturan tentang
Ketua DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Lukman Hakim berorasi di depan ribuan santri di degan kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat, 21 Juli 2017. Mereka menuntut aturan tentang "full day school" dibatalkan. (Istimewa/Asni Ovier/Istimewa)

Semarang - Ketua DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Lukman Hakim mengajak para pegiat madrasah dan pondok pesantren tidak memilih calon apa pun, baik kepala daerah maupun anggota legislatif, yang tidak mendukung keberadaan madrasah. Menurutnya, para politisi yang tidak mendukung madrasah tidak layak menjadi pemimpin.

"Saya mengimbau kepada para ustas, guru mengaji, serta pegiat madrasah dan pondok pesantren untuk tidak memilih pemimpin yang tidak dukung madrasah," kata alumnus UIN Walisongo Semarang itu saat berorasi pada aksi damai menolak sekolah lima hari di depan kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Jumat, (21/7).

Seperti diketahui, Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) menggelar aksi damai menuntut pencabutan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Permendikbud itu dinilai akan melemahkan kebaradaan madrasah diniyah. Pasalnya, Permen itu mengatur sekolah lima hari selama delapan jam.

Jika sekolah formal hingga jam empat sore, maka jam belajar di madrasah diniyah yang selama ini dijalankan sore hari tak bisa dilakukan. Karena itu, ribuan santri madrasah, para ustaz, dan kiai pondok pesantren menggelar aksi. Aksi itu dilakukan dengan terpaksa, karena tuntutan secara baik-baik tidak direspon pemerintah.

Lukman pada kesempatan itu juga mengajak kepada semua santri se-Jawa Tengah untuk siap jika harus turun aksi ke Jakarta. "Jika tuntutan kita tidak diindahkan pemerintah, apakah saudara siap jika harus turun aksi ke Jakarta?" tanya Lukman kepada para santri.

"Siaaaaapp!" jawab para santri dengan kompak. Dengan adanya ajakan itu, para santri sangat siap jika harus melakukan aksi ke Jakarta.

Seusai orasi untuk menyampaikan aspirasi dilakukan, peserta membubarkan diri dengan tertib. "Pasukan semut" aksi itu juga melakukan tugasnya dengan baik, sehingga Jalan Pahlawan tampak kembali bersih. Para satuan kemanan Banser dan Polri juga menjaga massa aksi dengan sangat baik, sehingga aksi berjalan tertib dan aman.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon