Dataran Merdeka
Malaysia Tutup Alun-alun Agar Tidak Diduduki Pengunjuk Rasa
Jumat, 27 April 2012 | 15:42 WIB
Kelompok Bersih mengatakan mereka akan melakukan unjuk rasa dengan duduk
Pihak berwenang Malaysia menutup alun-alun di Kuala Lumpur, supaya tidak digunakan ribuan pengunjuk rasa yang berencana akan melakukan demonstrasi, menuntut reformsi pemilihan umum.
Pemerintah kota yang mengelola alun-alun yang dikenal dengan nama Dataran Merdeka itu, melarang aktifitas unjuk rasa yang rencananya akan dilakukan pada hari Sabtu.
Sebagai gantinya pemerintah kota menawarkan empat stadium sebagai alternatif.
"Dataran Merdeka dan semua jalan yang menuju kearahnya, ditutup mulai pukul 6 pagi hari Jumat hingga hari Minggu pukul 6 pagi," kata walikota Ahmad Fuad Ismail dalam sebuah pernyataan.
Juli lalu polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan aksi unjuk rasa, yang digagas kelompok Bersih2.0. Saat itu polisi menahan sekitar 1600 pengunjuk rasa.
Menyusul kecaman terhadap penanganan kerusuhan, Perdana Menteri Najib Razak membentuk panel parlemen bipartisan.
Panel itu menyarankan beberapa perubahan sistem pemilihan umum, namun Bersih 2.0 menyebut perubahan itu bukan yang mereka inginkan.
Pemilihan umum akan diselenggarakan tahun depan dan PM Najib Razak diperkirakan akan mempertahankan posisinya.
Koalisi yang menjalankan pemerintahan di Malaysia telah berkuasa lebih dari lima dekade. Serangan oposisi mulai meningkat setelah pemilihan umum pada tahun 2008.
Bersih menolak tawaran alternatif tempat berunjuk rasa. Dikatakan mereka telah terlambat untuk mengganti lokasi.
Menteri Dalam Negeri Hishammuddin Hussein yang dituduh berada dibalik larangan penggunaan Dataran Merdeka, mengatakan kepada harian The Star," Jika mereka meneruskan untuk berdemonstrasi di dataran Merdeka, maka polisi akan bertindak."
Kelompok Bersih mengatakan mereka akan melakukan unjuk rasa dengan duduk.
Diperkirakan jumlah yang hadir dua kali lipat dibanding tahun lalu, ketika sekitar 10 ribu pengunjuk rasa, menampakkan diri.
"Kami memilih aksi duduk karena itu yang paling aman, sebab itu yang paling aman dengan melibatkan jumlah orang yang sangat banyak," kata seorang penyelenggara Wong Chin Huat kepada AFP.
Pihak berwenang Malaysia menutup alun-alun di Kuala Lumpur, supaya tidak digunakan ribuan pengunjuk rasa yang berencana akan melakukan demonstrasi, menuntut reformsi pemilihan umum.
Pemerintah kota yang mengelola alun-alun yang dikenal dengan nama Dataran Merdeka itu, melarang aktifitas unjuk rasa yang rencananya akan dilakukan pada hari Sabtu.
Sebagai gantinya pemerintah kota menawarkan empat stadium sebagai alternatif.
"Dataran Merdeka dan semua jalan yang menuju kearahnya, ditutup mulai pukul 6 pagi hari Jumat hingga hari Minggu pukul 6 pagi," kata walikota Ahmad Fuad Ismail dalam sebuah pernyataan.
Juli lalu polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan aksi unjuk rasa, yang digagas kelompok Bersih2.0. Saat itu polisi menahan sekitar 1600 pengunjuk rasa.
Menyusul kecaman terhadap penanganan kerusuhan, Perdana Menteri Najib Razak membentuk panel parlemen bipartisan.
Panel itu menyarankan beberapa perubahan sistem pemilihan umum, namun Bersih 2.0 menyebut perubahan itu bukan yang mereka inginkan.
Pemilihan umum akan diselenggarakan tahun depan dan PM Najib Razak diperkirakan akan mempertahankan posisinya.
Koalisi yang menjalankan pemerintahan di Malaysia telah berkuasa lebih dari lima dekade. Serangan oposisi mulai meningkat setelah pemilihan umum pada tahun 2008.
Bersih menolak tawaran alternatif tempat berunjuk rasa. Dikatakan mereka telah terlambat untuk mengganti lokasi.
Menteri Dalam Negeri Hishammuddin Hussein yang dituduh berada dibalik larangan penggunaan Dataran Merdeka, mengatakan kepada harian The Star," Jika mereka meneruskan untuk berdemonstrasi di dataran Merdeka, maka polisi akan bertindak."
Kelompok Bersih mengatakan mereka akan melakukan unjuk rasa dengan duduk.
Diperkirakan jumlah yang hadir dua kali lipat dibanding tahun lalu, ketika sekitar 10 ribu pengunjuk rasa, menampakkan diri.
"Kami memilih aksi duduk karena itu yang paling aman, sebab itu yang paling aman dengan melibatkan jumlah orang yang sangat banyak," kata seorang penyelenggara Wong Chin Huat kepada AFP.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




