Kadishub DKI Ingin Transjakarta Masuk Bandara

Senin, 4 September 2017 | 13:15 WIB
LT
WP
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: WBP
Transjakarta melakukan uji coba rute baru Koridor 13 Tendean-Ciledug, Jakarta, 12 Mei 2017. Uji coba Koridor 13 Tendean-Ciledug dilakukan hingga 22 Juni khusus bagi pengemudi dan petugas pelayanan bus.
Transjakarta melakukan uji coba rute baru Koridor 13 Tendean-Ciledug, Jakarta, 12 Mei 2017. Uji coba Koridor 13 Tendean-Ciledug dilakukan hingga 22 Juni khusus bagi pengemudi dan petugas pelayanan bus. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta – Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah ingin bus Transjakarta bisa masuk Bandara Soekarno Hatta atau Halim Perdanakusumah sehingga bisa memberikan alternatif transportasi publik yang murah bagi masyarakat.

"Di bandara memang ada bus JRConnexion, tetapi penumpang harus bayar Rp 50.000. Kan mahal. Harusnya Transjakarta bisa masuk ke bandara," kata Andri yang hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) di Dinas Teknis Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (4/9).

Andri mengaku sudah mengajukan usulan ini. Namun selalu mentah. "Kalau enggak terkoneksitas, mana bisa mencapai modal share 60 persen penumpang. Padahal saya ingin Transjakarta sudah ada di bandara. Sehingga masyarakat bisa punya transportasi alternatif yang murah," jelasnya.

Sementara di Stasiun Gambir, kata dia, letak halte bus Transjakarta jauh dari stasiun, sedangkan bus Damri berada di depan stasiun. "Saya maunya, Transjakarta didekatin dengan stasiun dan bandara. Jangan dijauhin. Jadi masyarakat bisa langsung naik," ujarnya.

Andri mengakui, transportasi publik baik berbasis bus rapid transit (BRT) maupun rel belum terintegrasi. Pasalnya, saat ini Pemprov DKI dan pemerintah pusat fokus mengkoneksitaskan seluruh transportasi publik seperti bus Transjakarta dan kereta rel listrik (KRL). "Terintegrasi memang belum, karena membutuhkan waktu yang lama. Tapi kita sudah mengarah ke sana, yang penting ada koneksitas terlebih dahulu. Sehingga penanganan transportasi enggak bisa sendiri-sendiri," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga akan menata angkutan perkotaan (angkot) Koperasi Wahana Kalpika (KWK). "Ini bisa juga kita lakukan. Dengan satu syarat, semua moda transportasi sudah terintegrasi dengan Transjakarta," kata dia.

Saat ini kata dia, Dishub DKI sedang digugat metromini. "Kenapa tidak bekerja sama dengan kami. Mereka harus ke LKPP dulu, tapi kami ga bisa nunggu. Makanya kami lakukan kerja sama dengan metromini perorangan. Nah yang kayak gini harusnya kami didukung oleh pemerintah pusat," kata dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon