Panglima: Film G-30-S/PKI Jangan Dipolitisasi

Jumat, 22 September 2017 | 18:43 WIB
YS
YD
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: YUD
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (Antara)

Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidak mau ambil pusing menanggapi pro dan kontra pemutaran film G-30-S/PKI yang digelar satuan-satuan TNI. Terlebih, adanya pernyataan yang menyebutkan upaya politisasi pemutaran film.

"Ya sudah terlaksana (nonton bareng film G-30-S/PKI). Kalau politik, apa pun bisa dipolitisasi. Biarin saja," kata Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9).

Saat ini Panglima TNI menilai wajar bila ada orang yang mencurigai rencana pemutaran film dan memiliki persepsi yang berbeda. Dirinya pun menegaskan, tidak ada pemaksaan kepada masyarakat untuk menonton film tersebut.

"Sekarang mau berkomentar apapun juga wajar, yang penting jangan menyebarkan berita bohong kan begitu saja," ucap Panglima.

Gatot mengakui, terkait pemutaran film tersebut di internal TNI adalah keputusannya agar para prajurit menonton. Menurutnya, hal itu tetap dilakukan lantaran Presiden Joko Widodo tidak melarang.

"Kalau prajurit saya itu urusan saya. Ya memang harus dipaksa. Menhan tidak punya kewenangan terhadap saya. Kendali saya hanya dari Presiden garisnya. Saya katakan tidak bisa mempengaruhi saya kecuali presiden," ungkapnya.

Dia mengatakan pemutaran itu dilakukan karena sejak 2008 sejarah G-30-S/PKI sudah tidak dimasukkan dalam pelajaran. Gatot menekankan, pemutaran tersebut dilakukan untuk mewaspadai terulangnya peristiwa itu.

"Sejarah cenderung berulang. Kalau berulang kan kasihan bangsa ini. Saya mengajak dan mengingatkan agar jangan sampai peristiwa ini terulang kembali. Orang mempersepsikan lainnya ya silakan saja," ujar Panglima.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon