14% Kelahiran Tidak Direncanakan

Selasa, 26 September 2017 | 02:35 WIB
SU
B
Penulis: Shanaz Marthy Utami | Editor: B1
Ilustrasi Keluarga Berencana
Ilustrasi Keluarga Berencana (Istimewa)

Jakarta - Berdasarkan data Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2016, di Indonesia setiap tahunnya terdapat 4 juta kelahiran dan dari jumlah tersebut sebanyak 14 persen kelahiran dari kehamilan yang tidak direncanakan.

Hal ini dikarenakan masih sedikitnya pasangan yang menggunakan alat kontrasepsi. Sedangkan di dunia diketahui 41 persen dari 208 juta kehamilan di dunia merupakan kehamilan yang tidak direncanakan.

"Hampir setengah dari kehamilan tersebut berakhir dengan aborsi," ujar Pierre Frederick, Deputy GM Customer Healthcare DKT Indonesia, Senin (25/9).

Tingginya jumlah kehamilan tidak direncanakan ini salah satunya dipengaruhi oleh minimnya penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi. Kondom sebagai alat kontrasepsi harus ditingkatkan selain untuk mencegah HIV/AIDS dan infeksi menular seksual lainnya, juga untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

Diketahui dari data BKKBN tahun 2016 hanya sebesar 3,15% pasangan usia subur peserta aktif KB yang menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi. Jika dilihat dari jenis kelamin, partisipasi laki-laki dalam menggunakan kontrasepsi hanya sekitar 6,34% dari keseluruhan peserta aktif KB.

Pierre mengatakan bahwa sedikitnya penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi ini dikarena masyarakat yang masih menganggap tabu pendidikan reproduksi seksual, stigma terhadap kondom yang selalu dianggap tabu, dan keengganan para pria untuk menggunakan kondom karena pemikiran yang salah.

Tidak jarang pasangan berpikiran apabila menggunaan kondom dapat mengurangi kepuasan saat berhubungan intim dengan pasangan.

"Anggapan tersebut merupakan mindset yang perlu diluruskan, karena kondom memiliki ketebalan antara 0,5 hingga 0,02 milimeter, sehingga tidak akan mempengaruhi kualitas bercinta pasangan," ujar dr. med. Firman Santoso, Sp.OG.

Firman menambahkan, kondom di zaman sekarang sangat mudah didapat di mana saja, tidak memiliki resiko hormonal, dan juga memiliki fungsi perlndungan ganda yaitu mencegah kehamilan dan mencegah infeksi menular seksual. Berbeda dengan alat kontrasepsi lainnya seperti pil KB yang dapat mencegah kehamilan tetapi tidak dapat mencegah penyakit yang timbul dari hubungan intim.

Dengan menggunakan kondom memiliki macam keuntungan dan juga keamanan. Selain untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan juga dapat berguna untuk family planning di mana pasangan dapat merencanakan kapan untuk mempunyai anak.

Apabila penggunaan kondom sebagai alat kontrasepsi ini meningkat, diperkirakan dapat mencegah 188 juta kelahiran yang tidak direncanakan per tahunnya dan dapat mengurangi 112 juta aborsi, 1,1 juta kematian bayi, dan 150 ribu kematian ibu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon